Volume Kedatangan Truk dan Penumpang Mulai Meningkat
CILEGON, BP - Ketua Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Merak, Togar Napitupulu mengaku sedang was-was akan terjadinya penumpukan truk jelang mudik Lebaran. Sejak Jumat (10/8) dini hari volume kedatangan truk dan jumlah penumpang sudah mulai terasa.
Dia memprediksi lonjakan truk akan terjadi pada H-7 hingga H-5 Lebaran mendatang. “Semalam kedatangan truk saat sudah mulia terasa, namun belum mencapai puncaknya. Kemungkinan lonjakan terjadi pada hari ini dan pada Senin (14/8) mendatang,” kata Togar kepada BANTEN POS, Jumat (10/8), di Kantor PT ASDP Merak.
Menurutnya, H-4 Lebaran truk non sembako tidak diperbolehkan untuk menyeberang. Berdasarkan pengalaman tahun lalu, seharusnya pada H-10 lebaran lonjakan truk sudah terlihat dalam sepekan sebelum lebaran.
Namun pada tahun ini, tren lonjakan truk yang terjadi masih terbilang normal. Dia khawatir lonjakan truk terjadi pada H-5 Lebaran. Bila terjadi pada waktu itu, jelas akan mengganggu suasana mudik. “Kalau truk melonjak pada hari itu, kacaulah suasana mudik. Kami berharap truk datang sebelum H-7,” harapnya.
Tren kedatangan truk yang menuju Sumatera melalui Pelabuhan Merak, kata dia, biasanya berangkat pada malam hari dan datang secara beruntun. Dengan kondisi tersebut, Gapasdap tidak akan bisa memprediksi jumlah truk yang akan menyeberang.
Kendati demikian, dia mengaku siap menghadapi kedatangan truk yang akan ‘menyerbu’ Pelabuhan Merak. “Kami sudah siapkan 34 unit kapal dan akan dioperasikan 28. Sisanya sebagai cadangan. Untuk menghindari antrean kendaraan, kami mengimbau kepada para pengusaha travel agar berangkat pada siang hari,” imbuhnya.
Sementara itu, Bagian Humas PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak, Mario Sardadi Oetomo menyatakan, peningkatan volume truk sejak dua hari terakhir sudah mulai terasa. Antrean truk sudah terlihat padat hingga Tolget (pembelian karcis kendaraan, red). Sementara untuk jumlah penumpang juga sudah terlihat sedikit adanya peningkatan. “Dari data yang tercatat truk maupun penumpang sudah terlihat mengggeliat, namun belum terlihat signifikan,” tuturnya. (MAN)




