DPR RI Semprot PT ASDP
CILEGON, BP - PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry mendapatkan teguran keras dari Anggota Komisi V DPR RI. Teguran tersebut terkait sejumlah fasilitas Pelabuhan Merak yang kondisinya memperihatinkan menjelang mudik Lebaran mendatang. Salah satu sorotan para wakil rakyat itu adalah keberadaan Dermaga IV yang kondisinya sangat memprihatinkan.
Selain itu, wakil rakyat juga menyoroti sistem menejemen perusahaan penyeberangan yang dinilai kurang profesional, sehingga sering menimbulkan kemacetan hingga ke dalam Tol Tangerang-Merak, yang merugikan masyarakat. Hal tersebut diketahui pada saat kunjungan empat Aanggota Komisi V DPR RI ke Pelabuhan Merak, Jumat (10/8), dalam rangka meninjau kesiapan arus mudik 2012.
Keempat anggota dewan itu yakni Nova Iriansyah, Rendhy A Lamadjido, Usman Ja’far, dan Saleh Husin. Mereka tiba di Pelabuhan Merak bersama rombongan sekitar pukul 11.30 WIB.
Rendhy A Lamadjido menyatakan, berapapun dermaga yang berada di Pelabuhan Merak, tidak akan menuntaskan permasalahan di pelabuhan penghubung Jawa-Sumatera itu, bila trafic management perusahaan tersebut tidak segera dibenahi.
Bahkan dia pun pesimis dengan dibangunnya Dermaga VI di Pelabuhan Merak akan menyelesaikan permasalahan pelik yang membelenggu pelabuhan tersebut. “Walapun dermaganya ada sepuluh, kalau menejemennya tidak baik, maka macet ya tetap macet saja, tidak akan beres,” tegasnya.
Dia mengaku mengetahui betul perjalanan dan perkembangan PT ASDP Cabang Utama Merak, mulai dari pelabuhan tersebut hanya memiliki satu dermaga hingga sekarang memiliki lima dermaga. “Saya tahu betul perkembangan Pelabuhan Merak, jadi saya tahu persis kondisi yang ada di sini,” tegasnya.
Ketika disinggung terkait kondisi Dermaga IV yang cukup memprihatinkan, dia menegaskan ke PT ASDP Indonesia Ferry harus mengambil alih kepemilikan dermaga tersebut dari pihak swasta.
Hal itu dilakukan agar dermaga itu tidak dibiarkan terbengkalai dan tidak terawat. “Kami intruksikan tadi agar Dermaga IV diambil alih oleh PT ASDP dan jangan lagi dipegang pihak swasta, karena tidak terurus. Padahal itu punya Bakrie grup,” tandasnya.
Masih kata Rendhy A Lamadjido, meski pada musim mudik ini Dermaga IV tetap dipergunakan untuk operasi kapal, dia menegaskan PT ASDP jangan sampai mengabaikan keselamatan para penumpang. “Kami juga ingin PT ASDP jangan hanya mampu menyiapkan jumlah kapal yakni 34 kapal, namun yang dioperasikan hanya 20 kapal. Itu kan namanya pembohongan publik,” kritiknya.
Sementara itu, Dirut PT ASDP Indonesia Ferry, Danang S Baskoro manyatakan, akan membicarakan dengan pihak swasta terkait pengambil alihan Dermaga IV. Hal itu dilakukan guna mencari jalan terbaik dan solusi agar PT ASDP dan pihak swasta tidak merasa dirugikan.
“Kita kan ada kontraknya dan kontrak itu bisa dibaca semua pihak. Kita juga nanti akan bicarakan hak dan kewajiban kita masing-masing, sudah terpenuhi atau tidak. Intinya nanti kita akan bicarakan lagi,” tuturnya.
Danang mengaku tidak mengetahui seluk-beluk pembangunan Dermaga IV milik perusahaan Bakrie Group itu. Dia beralasan dermaga itu dibangun sebelum dirinya menjabat sebagai orang nomor satu di perusahaan penyeberangan itu. “Saya kan di sini tugasnya hanya ‘cuci piring saja, yaitu apa yang belum baik kita akan perbaiki, termasuk Dermaga IV itu,” kilahnya.
Menurutnya, menjelang mudik nanti, Dermaga IV akan tetap digunakan meski kondisinya kurang baik. Dia berjanji tidak akan mengabaikan keselamatan para penumpang pada mudik nanti. “Saya kira dengan vendor yang diganti dengan ban bekas, dapat membantu sandar kapal dan itu tidak ada masalah,” tuturnya.
Sementara terkait intruksi perbaikan trafic menejemen yang disampaikan para wakil rakyat itu, Bambang mengaku akan sesegera mungkin membenahi sistem yang berada di perusahaan yang dipimpinnya tersebut. “Permasalahan di sini sudah kami pelajari dan kami simpulkan terdapat 14 item yang perlu dibenahi. Salah satunya dengan menaikan tarif penyeberangan,” tandasnya.(MAN)




