Kemarau, PDAM Siapkan Mobil Tangki Air
SERANG, BP – Memasuki musim kemarau yang terjadi setiap tahunnya, PDAM Tirta Albantani siapkan mobil tangki pembawa air bersih untuk didistribusikan kepada masyarakat yang mengalami kendala kekeringan air. Setiap hari, sebanyak empat hingga enam unit mobil pengangkut air pergi ke daerah-daerah yang mengalami kekeringan.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PDAM Tirta Albantani, Ahmad Rifa’i mengatakan, saat ini kondisi debit air pada sejumlah sungai di Kabupaten Serang sudah mengalami penurunan signifikan.
Bahkan di beberapa daerah yang dilewati aliran air sungai pun sudah tidak dapat digunakan lagi, lantaran selain airnya mengering juga kondisinya yang menghitam akibat pembuangan limbah oleh perusahaan.
“Sekarang ini kondisi Sungai Cidurian dan Sungai Ciujung sudah tidak dapat digunakan karena sudah hitam akibat adanya pencemaran limbah industri,” ujarnya saat dihubungi, Selasa (24/7).
Rifa’i mengungkapkan, kejadian tahunan yang selalu dialami oleh masyarakat Kabupaten Serang ini, hanya berlangsung sementara saja. Sehingga tidak akan memberikan dampak atau pengaruh terhadap instalasi pengolahan air (IPA) PDAM.
Terkait penyaluran mobil tangki air tersebut, Rifa’i mengungkapkan, pihaknya telah melakukan monitoring ke sejumlah wilayah di Kabupaten Serang untuk mengetahui tingkat kekeringan dan kebutuhan air di masyarakat.
Sejumlah tempat yang menjadi daerah tujuan monitoring tersebut diantaranya Kecamatan Ciruas, Kecamatan Kragilan, Kecamatan Kibin, Kecamatan Binuang, Kecamatan Tanara, Kecamatan Tirtayasa, dan Kecamatan Pontang. “Berdasarkan hasil pantauan kemarin, maka dapat disimpulkan yang akan menjadi fokus utama penyaluran mobil pengangkut air adalah wilayah Pantura,” ungkapnya.
Rifa’i melanjutkan, selain menyiagakan mobil pengangkut air bersih, dirinya juga telah menyiapkan tim relawan tanggap bencana yang akan menangani permasalahan kekeringan yang terjadi saat ini.
Hingga saat ini, setidaknya sudah ada sebanyak 15 orang yang terdaftar sebagai tim relawan yang berasal dari internal PDAM Tirta Albantani. Meski demikian, dirinya tidak menutup kemungkinan jika ada dari pihak lain yang ingin mendaftar yang berasal dari luar PDAM Tirta Albantani.
“Mereka adalah tim yang akan bersiaga 24 jam penuh. Kami berharap dari dinas terkait juga akan dapat bekerjasama baik itu dalam pemberian pelatihan maupun dari segi penanganan bencana,” katanya.(DAN)




