Carrefour Dirikan Pojok & Bazaar Rakyat

JAKARTA, BP – PT Carrefour Indonesia memiliki komitmen tinggi untuk pengembangan dan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Carrefour membuat program Pojok Rakyat dan Bazaar Rakyat untuk menampung dan membina produk-produk unggulan dari pengusaha UKMM.

“Pojok Rakyat merupakan salah satu realisasi dalam pengembangan UMKM yang bersifat komprehensif, berkelanjutan dan terintegrasi sebagai usaha nyata dalam mengembangkan para pengusaha UMKM di Indonesia,” ungkap Head of External Communication and Corporate Social Responsibility Carrefour Indonesia, Hendrik Adrianto di Acara Perayaan 2 Tahun Pojok Rakyat dan Bazaar Rakyat di Carrefour Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Rabu (18/7).

Program pengembangan UMKM yang dilakukan oleh Carrefour dilakukan dengan membagi 3 pelaku usaha yang akan diberdayakan yaitu non pemasok, berpotensi menjadi pemasok dan pemasok untuk gerai Carrefour Indonesia.

“Ketiga hal tadi diimplementasikan ke dalam 4 inisiatif meliputi program peningkatan kapasitas, dukungan promosi, akses pasar dan evaluasi berkesinambungan,” sambungnya.

Selain itu untuk program lainnya yaitu Bazaar Rakyat sendiri merupakan untuk memberikan kesempatan pada pelaku UKM dan Pedagang Kaki Lima untuk mempromosikan dan memamerkan produk-produk unggulan mereka sebelum masuk ke Pojok Rakyat yang ada di Carrefour.

Hendrik menjelaskan, saat ini Pojok Rakyat yang ada di 7 kota ada sekitar 20 sampai 30 pelaku UMKM dari program binaan yang telah masuk ke gerai Carrefour untuk setiap kotanya. “Sampai saat ini totalnya setiap 20-30 UKM di 7 kota,” sambungnya.

Ditempat yang sama, Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan mengapresiasi program Pojok Rakyat dan Bazaar rakyat yang telah memasuki tahun ke-2. Ia mengatakan dengan program yang merupakan bagian dari CSR Carrefour Indonesia tersebut dapat membantu akses produk-produk UKM dan PKL masuk ke pasar dan dekat dengan konsumen khususnya melalui Pojok Rakyat yang ada di gerai Carrefour.

“Terbukti dengan pendampingan oleh Carrefour, produk-produl UKM mudah mengakses ke pasar. Ini juga pendampingan supaya produk mereka dapat diterima dan diserap masyarakat serta keberlanjutan,” tambah Syarief.

Ia juga menilai, program yang diadakan Carrefour dapat menjadi contoh model kemitraan dan sinergi yang baik antara unsaha kecil dan usaha besar. Selain itu, Syarief meminta jika usaha yang telah dibina oleh Carrefour dan masuk ke outlet carrefour melalui Pojok Rakyat bisa langsung dibayarkan.

“Kalau barang masuk langsung dibayar Carrefour, karena mereka kelemahan ada di keuangan, kalau mereka gak dibayar mereka tidak punya kemampuan berkelanjutan. Supaya langsung cash and carry,” sambungnya.

Sehari sebelumnya, Presiden Komisaris Carrefour Indonesia, Chairul Tanjung (CT) menjelaskan, produk UKM dan PKL sebelum masuk ke Pojok Pakyat bisa melalui Bazaar Rakyat yang ada di 14 gerai Carrefour di kota besar.

Jika setelah dibina dan dilatih dengan intensif kemudian dapat dimungkinkan dan diberi akses untuk menjual produknya melalui Pojok Rakyat yang ada di gerai Carrefour. “Kalau sudah bagus kualitas masuk Pojok Rayat kalau belum bagus masuk di Bazar Rakyat,” sebut CT.(DTC)

Komentar