Pebiliar Banten Kandas di 32 Besar

SERANG, BP – Perjalanan prestasi tiga pebiliar Banten di ajang open turnamen biliar Banjarmasin, di Kalimantan Selatan, sejak 5-9 Juli, dinilai kurang menggigit. Soalnya, mereka sudah terhenti di babak 32 besar.

Diketahui, Hendro yang andalan utama Banten, di kelas nine ball putra, kandas di tangan pebiliar Jawa Barat (Jabar), Rizal dengan skor tipis 8-9. Lalu, Sandy Rafael dikalahan pebiliar asal Filipina, Jundel Mason dengan skor 7-9. Sedangkan Sopyan Hadi, takluk di tangan pebiliar Jabar, Roy Apanco dengan skor 5-9.

Menanggapi hasil tersebut, Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (Pengprov POBSI) Banten John Hendrik mengaku tidak mempermasalahkannya.

Ajang ini hanya dijadikan ajang try out untuk mengukur sejauh mana hasil pembinaan pemusatan latihan daerah (pelatda) selama ini. “Jadi, tidak bisa kami jadikan tolok ukur berhasil atau tidaknya pembinaan selama ini,” papar John kepada BANTEN POS, Selasa (10/7).

Apalagi, ajang tersebut, disinyalir beda kelas. Banyak pebiliar SEA Games dari Singapura, Filipina dan Vietnam ikut serta. Jadi, tidak usah memusingkan soal gagal di babak berapa, yang terpenting adalah bisa menambah pengalaman bertanding.

Meski demikian, setelah ini, pihaknya akan mengevaluasi serangkaian try out yang telah dijalani Hendro Cs, hingga saat ini. Pengurus, ingin mengetahui apa saja kelebihan dan kelemahan masing-masing atlet, agar bisa dicarikan solusi pembinaan yang pas, agar di PON XVIII, mampu tampil maksimal.

Dsinggung apakah ada try out lanjutan atau tidak, John mengungkapkan, belum mengetahuinya. Tapi yang jelas, bila menurutnya, try out sudah cukup. Hanya saja, bila ada kejuaraan biliar yang skalanya nasional, pihaknya tetap akan menerjunkan atlet. “Semakin sering mereka mengikuti kejuaraan, semakin terasah kemampuan, teknik dan mental yang mereka miliki,” ucapnya.

Sementara itu, Manajer PON biliar Banten Natalia Soares mensinyalir, kekalahan pebiliar Banten di Banjarmasin, lantaran kelelahan. Soalnya, sebelum bertolak ke Kalimantan Selatan, mereka lebih dulu berlaga di turnamen Green Garden (GG), di Jakarta. “Jadi, kelelahan membuat fokus mereka terhadap pertandingan sedikit berkurang. Makanya, hanya sampai 32 besar,” kata Soares.(ARF)

Komentar