Belanja Pegawai Masih Mendominasi
SERANG, BP – Realisasi belanja tidak langsung (BTL) atau belanja aparatur pada APBD Banten tahun anggaran 2011 lebih besar dibanding belanja langsung (BL) atau belanja publik. Dari anggaran BTL sebesar Rp2,133 triliun, terserap sebesar Rp2,081 triliun atau 97,57 persen. Sedangkan anggaran BL sebesar Rp1,914 triliun terserap Rp1,819 triliun atau 95,06 persen.
Demikian terungkap dalam Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan (LPP) APBD Banten tahun 2011 yang disampaikan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah ke DPRD Banten dalam rapat Paripurna, Selasa (10/7).
“Realisasi belanja daerah Provinsi Banten tahun anggaran 2011 mencapai sebesar Rp3,901 triliun dari jumlah anggaran sebesar Rp4,047 triliun,” kata Atut saat menyampaikan laporan.
Menurut Atut, realisasi belanja pegawai pada BTL sebesar Rp320,486 miliar dari anggaran sebesar Rp326,938 miliar atau 98,03 persen, belanja hibah sebesar Rp349,780 miliar dari anggaran Rp360,163 miliar atau 97,12 persen, dan belanja bantuan sosial Rp78,228 miliar dari anggaran Rp78,5 miliar atau 99,65 persen.
Selanjutnya, belanja bagi hasil pajak sebesar Rp1,016 triliun dari target Rp1,036 triliun atau 98,05 persen, belanja bantuan keuangan kepada kabupaten/kota sebesar Rp316,890 miliar atau 100 persen dan belanja tidak terduga sebesar Rp66,7 juta dari anggaran Rp14,650 miliar atau 0,46 persen.
Sementara realisasi BL terdiri dari belanja pegawai Rp129,669 miliar dari anggaran Rp136,702 miliar atau 94,86 persen, belanja barang dan jasa Rp972,617 miliar dari anggaran Rp1,029 triliun atau 94,43 persen dan belanja modal Rp717,408 miliar dari anggaran Rp747,651 miliar atau 95,95 persen.
Terkait realisasi pendapatan, Atut mengatakan bahwa tahun 2011 terealisasi sebesar Rp3,755 triliun atau 106,47 persen dari target sebesar Rp3,527 triliun.
“Realisasi penerimaan pendapatan asli daerah tahun 2011 mengalami kenaikan sebesar Rp24,72 persen ,” katanya.(ZAL)




