Karateka Banten Sabet Juara Umum

Kontingen karateka Banten di ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate Tradisional Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Cup IV, yang berakhir di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada Senin (9/7), berhasil membuat sejarah baru. Karateka Banten di kategori senior keluar sebagai juara umum setelah berhasil meraih enam medali emas, lima medali perak dan lima medali perunggu.

Karateka Banten yang sukses meraih medali emas, tiga diantaranya dicapai melalui kategori kata nomor bungkai atas nama Asep Hernawan, Cahyana dan Kurnia. Lalu, emas lainya, di dapat pada nomor Embu putra-putri lewat pasangan Desyana/Yusman dan Embu putra dari Kurnia/Yusman.

Sementara untuk medali perak Banten diantaranya diraih dari Kata beregu putra yang diraih oleh Asep Hernawan, Cahyana dan Kurnia. Medali perak lainnya dari nomor Embu putra-putri yang diraih pasangan Kurnia/Veronika.

pelatih Karate Tradisional Banten Deden Syaiful Achyar mengaku terharu. Soalnya, ini yang kedua kali Banten meraih juara umum. Jadi, di Banten, khususnya karate, tidak hanya Federasi Karate-Do Indonesia (FORKI) yang mampu berprestasi. Karateka dari Federasi karate Tradisional Indonesia (FKTI) Banten, juga bisa unjuk gigi.

“Mudah-mudahan, prestasi ini bisa terus dipertahankan, agar Banten bisa jadi kiblatnya karate tradisional di Indonesia,” papar Deden kepada BANTEN POS, Senin (9/7).

Selain itu, Deden menyatakan, prestasi yang dicatat atlet karate tradisional Banten pada keikutsertaan di ajang Kejurnas, juga bagian dari promosi olahraga asli Jepang ini di kancah nasional. Karena Kejurnas kali ini merupakan bagian yang terkait untuk bisa mendapat pengakuan di Indonesia.

Akhirnya, lanjut Deden, Menpora membuka Kejurnas yang menandakan pengakuan dari pemerintah akan eksistensi karate tradisional ini telah ada. Ia ingin, ke depannya, FKTI yang sudah tersebar di 29 provinsi, bisa semakin meluas dan berkembang.

“Bila sudah diakui, saya yakin ke depannya, karateka yang bergabung di FKTI bisa mendapatkan pembinaan seperti di FORKI yang menginduk kepada KONI,” ucapnya.(ARF)

Komentar

  • Dodol

    Nih, Wartawan tolol banget, Banten gak pernah kirim Atlit apalagi Team ke Kejurnas.
    Yang Juara Umum itu DKI, sekali lagi DKI, bukan BANTEN

  • MALUMALUIN

    Wah, wah, wah,…. Gak tau Malu, DKI YANG JUARA UMUM dan membawa Piala Kemenpora, bukan BANTEN, nih Wartawan gak berkualitas banget, asal nulis.

  • ATLIT_DKI_JAKARTA

    Kalo wartawan gak bisa nyari berita ya kek gini, gampang disetir, gampang diatur, asal nulis, bahkan mudah dimanfaatin dengan tujuan oknum tertentu, Perlu tahu, bahwa Juara Umum Kejurnas FKTI Kalsel 7-8 Juli 2012 adalah DKI JAKARTA,…..

  • wongedan

    Kasihan juga ya sama BANTEN, saking pinginnya berprestasi, sampe ngaku-ngaku kalo Kejurnas FKTI KAlsel adalah Banten yg Juara, padahal Ngirim atlit juga kagak dan gak pernah ada atlitnya, wekekekekekekek,…… Maklum lah Miskin prestasi,…..

  • Andree_doang

    itu salah liput kali yang juara umum itu DKI jakarta,. bukannya Banten,. coba di klarifikasisecara benar.

  • Radarbanten

    SERANG – Ketua Federasi Karate Tradisional (FKTI) Korda DKI Jakarta Waldy Gutama menegaskan bahwa pihaknyalah yang terbaik pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate Tradisional Piala Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) IV di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 6-10 Juli. Pada kejuaraan itu, lanjut dia, juara umumnya bukan FKTI Banten, sebagaimana diberitakan Radar Banten, edisi Selasa, 10 Juli 2012.
    Kejuaraan yang diikuti 400 peserta dari 15 provinsi itu, DKI Jakarta meraih enam medali emas, lima medali perak dan enam medali perunggu.
    Ketua FKTI Korda DKI Jakarta Waldy Gutama mengungkap­kan, sampai saat ini Banten belum memiliki kepengurusan FKTI. Dia meminta agar pihak-pihak yang mengklaim gelar juara tersebut untuk mengklarifikasi karena bisa merugikan nama baik FKTI DKI Jakarta. “Kami memiliki bukti nyata sebagai tanda bahwa kami juara umum berupa piala bergilir, enam medali emas, lima perak dan enam perunggu,” kata Waldi, Kamis (12/7).
    Menurut Waldy, perolehan enam medali emas itu ma­sing-masing diraih Andree Sikumbang dari nomor kata perorangan putra, Asep Hernawan, Kurnia Mardianto, dan Cahyana dari nomor kata no bunkai, Indra Gunawan dari nomor kumite perorangan putra, Faesal dari nomor kogo putra. Selain itu, Tiender Dwi Desyanna dan Yusman dari nomor embu putra-putri, serta Yusman, Kurnia Mar­dianto dari nomor embu putra-putri.
    Dikatakannya, FKTI DKI Jakarta memiliki dua anggota klub yakni Bhinneka Shakti dan Inkai. Selama ini, pihaknya menggelar latihan di gedung Telkom Area Jakarta Barat. “Memang ada dua anggota kami dari Banten, yakni Yusman dan Kurnia Mardianto, tapi mereka belajar di dojo kami,” katanya.