Pengembang Abaikan Fasilitas Umum
SERANG, BP – Sejumlah warga mendesak Pemkot Serang untuk menindak perusahaan pengembang perumahan yang mengabaikan fasilitas umum. Desakan muncul karena kebanyakan pengembang di wilayah itu, membiarkan kondisi jalan di perumahannya rusak berat. Warga berharap, pengembang bertanggungjawab dengan memperbaiki jalan masuk maupun di dalam perumahan.
Salah seorang warga Perumahan Puri Anggrek Kota Serang, Retnowati mengatakan, perhatian pengembang terhadap fasilitas umum, terutama jalan akses menuju perumahan, menyebabkan warga kurang nyaman. Pengembang seolah tidak peduli dengan keluhan warga. Padahal, kenyamanan warga merupakan bentuk promosi bagi pengembang.
“Seharusnya pengembang bisa memperbaiki jalan masuk menuju perumahan, karena kondisinya sangat memprihatinkan,” kata Retno, Minggu (1/7).
Ia berharap, Pemkot Serang bisa memberi imbauan atau teguran kepada pengembang, agar bisa memperhatikan keluhan warga perumahan, terutama terkait fasilitas umum. Karena warga perumahan termasuk warga Kota Serang yang harus diperhatikan.
Jangan sampai karena masih tanggungjawab pengembang, Pemkot juga ikut mengabaikannya. “Seharunya, Pemkot intervensi kepada pengembang yang tak peduli penghuninya,” ujarnya.
Hal senada dituturkan warga perumahan Taman Banten Lestari (TBL) Kota Serang, Muhammad Tohir. Menurutnya sudah lama akses masuk menuju perumahan dibiarkan rusak dan berdebu. Pengembang terkesan membiarkan kondisi itu.
“Setelah ada demo dari warga biasanya baru ada perhatian. Padahal, seharusnya tidak demikian. Karena jalan yang bagus menjadi salah satu membuat warga perumahan merasa nyaman,” tutur Tohir.
Walaupun bukan tanggungjawab Pemkot Serang, lanjut Tohir, tapi seharusnya Pemkot bisa memperhatikan warganya yang berada di perumahan. Karena secara hukum dan administrasi warga di dalam perumahan-perumahan itu merupakan warga Kota Serang, bukan warga yang secara pemerintahan menginduk kepada pengembang.
“Kewajiban kita sebagai warga negara sama, berarti pemerintah juga harus memperhatikan sama pula. Termasuk adanya perlakukan dan pembiaran dari para pengembang,” ujar Tohir.
Warga Perumahan Citra Gading Kota Serang, Fuaduddin Bagas mengungkapkan, jalan akses menuju perumahan Citra Gading sudah bagus, karena sudah diperbaiki beberapa waktu lalu, setelah sebelumnya dibiarkan hancur. Adanya perbaikan jalan akses menuju perumahan, karena beberapa kali warga mendatangi pengembang. Bahkan sampai ada aksi menanam pohon pisang di jalan.
“Sebelumnya banyak kecelakaan karena jelek dan berlubangnya jalan, karena ada protes warga akhirnya jalan dibangun. Tapi itu hanya jalan utama, sedangkan jalan di dalam perumahannya masih rusak parah. “Sepertinya harus ada demo baru pengembang mau memperbaiki jalan,” ungkap Bagas.(APP)




