Hari Ini, Anas Diperiksa KPK

JAKARTA, BP – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum terkait penyelidikan proyek Hambalang, Rabu (27/6) hari ini. Hal ini disampaikan Juru Bicara KPK, Johan Budi melalui pesan singkat kepada JPNN, Selasa (26/6).

“Anas dijadwalkan akan dimintai keterangan besok (hari ini, red),” kata Johan. Pemeriksaan Anas dalam penyelidikan proyek Hambalang ini sudah direncanakan sejak Maret lalu.

Menurutnya, Anas akan dimintai keterangan terkait proyek sport center Hambalang yang anggarannya membengkak dari Rp1,1 triliun menjadi  Rp2,5 triliun. Sebelumnya istri Anas, Athiyah Laila juga pernah diperiksa KPK terkait perusahaan yang menjadi subkontrkaot proyek Hambalang.

Dalam penyelidikan Hambalang, KPK sudah meminta keterangan dari banyak pihak termasuk anggota DPR, mantan Kepala BPN, Joyo Winoto dan dari pihak kontraktor proyek Kemenpora itu.

“Sampai hari ini mungkin sudah 70 pihak yang diminta keterangan. Hal ini menunjukkan bahwa KPK serius,” kata Johan. Penyelidikan yang dilakukan KPK di Hambalang untuk mengetahui apakah dalam proses tersebut ada penyalahgunaan kewenangan atau tidak. Kemudian, apakah prosesnya sudah sesuai dengan yang telah dianggarkan. “Apakah ada mark up atau mark down,” ujar Johan Budi.

Peran Anas dalam proyek Hambalang pertama kali diungkapkan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, dalam sejumlah kesempatan. Nazaruddin mengatakan kalau Anas yang mengatur proyek tersebut. Mantan anggota DPR itu bahkan menyebut hasil korupsi proyek itu digunakan Anas untuk biaya pemenangannya dalam Kongres Partai Demokrat di Bandung tahun 2010.

Adapun penyelidikan kasus pembangunan pusat olahraga Hambalang ini berawal dari temuan KPK saat melakukan penggeledahan di kantor Grup Permai milik Muhammad Nazaruddin beberapa waktu lalu terkait penyidikan kasus dugaan suap wisma atlet SEA Games. Dalam kasus suap wisma atlet SEA Games, Nazaruddin divonis empat tahun 10 bulan penjara. Sejauh ini KPK telah memeriksa 70 orang terkait penyelidikan Hambalang.

Salah satu yang diperiksa adalah istri Anas, Athiyyah Laila. Athiyyah diperiksa dalam kapasitasnya sebagai mantan pengurus di PT Dutasari Citralaras. PT Dutasari Citralaras merupakan salah satu perusahaan yang menjadi subkontraktor PT Adhi Karya dalam proyek Hambalang. Perusahaan itu dipimpin Mahfud Suroso, orang dekat Anas.

Selain Athiyyah, mereka yang diperiksa antara lain, Direktur Utama PT Duta Graha Indah (PT DGI), Dudung Purwadi, Manajer Pemasaran PT DGI Mohamad, El Idris, mantan Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga, Wafid Muharam, Kepala Badan Pertahanan Nasional (BPN), Joyo Winoto, anggota Komisi II DPR asal Fraksi Partai Demokrat, Ignatius Mulyono, pejabat PT Adhi Karya, Mahfud Suroso, dan Sekretaris Departemen Pemuda dan Olahraga DPP Partai Demokrat, Munadi Herlambang.

Sementara itu Ketua Fraksi Demokrat Nurhayati Ali Assegaf mengatakan partainya tidak mempermasalahkan pemeriksaan Anas. Demokrat berharap pemeriksaan ini dapat memperjelas kasus yang tengah diselidiki komisi antikorupsi tersebut. “Supaya segera terbukti. Proses hukumnya dijalankan agar tidak menyandera Mas Anas dan Demokrat,” pungkasnya.

Nurhayati mengaku menyambut positif langkah-langkah yang dilakukan KPK. “Ini yang kita harapkan. Kami sangat mendukung dan berharap KPK tidak berhenti di sini,” sambung Nurhayati.(JPNN/kpc/dtc)

Komentar

  • http://ambangbatas.com/srikandi-hanura-pecahkan-rekor-muri/ Srikandi Hanura Pecahkan Rekor MURI | ambangbatas

    [...] mencuri, merampok," kata bekas Panglima TNI itu kepada wartawan, Minggu (27/5), di Monas. (boy/jpnn)JAKARTA — Srikandi Hati Nurani Rakyat (Hanura) memeringati ulang tahun pertama. Srikandi Hanura mer…ehat Bersama 10 ribu Wanita Srikandi Hanura menggunakan Topi Tradisional Caping". Jalan Sehat [...]