Untirta Hapus Kelas Karyawan
SERANG, BP - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) mulai tahun ini tidak akan membuka kelas non reguler atau kelas karyawan. Pasalnya, sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Untirta memiliki kewenangan untuk membina Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang jumlahnya semakin banyak di Provinsi Banten.
“Karena harus membina perguruan tinggi swasta maka sekarang kelas NR atau yang dulu dikenal sebagai kelas karyawan dihapuskan. Hal ini untuk membuang imej seolah-olah calon mahasiswa untuk swasta direbut oleh Untirta,” ungkap Humas Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) lokal Untirta, Boyke Pribadi sebelum mengikuti diskusi di salah satu rumah makan di Kota Serang, Selasa (19/6).
Kata Boyke, dengan tidak adanya program NR maka otomatis Ujian Masuk Mandiri (UMM) yang selama ini rutin dilaksanakan untuk menampung mahasiswa kelas karyawan juga dihapuskan. Sebagai gantinya, ada sistem baru yang dinamakan dengan Ujian Masuk Bersama (UMB).
“Karena tidak ada kelas NR maka tidak ada juga Ujian Masuk Mandiri atau UMM yang selama ini dilakukan. Sebagai gantinya adalah UMB (Ujian Masuk Bersama) dimana yang menyelenggarakan tidak hanya Untirta, tapi hasil kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi di Indonesia,” lanjut dia.
Dalam sistem UMB tersebut, katanya, tidak hanya ujian untuk masuk ke perguruan tinggi tapi juga untuk perguruan tinggi swasta. Sehingga calon mahasiswa diberi kebebasan untuk memilih perguruan tinggi baik itu swasta maupun negeri. Jumlah PTN yang menggagas UMB sebanyak 13 PTN dan 8 PTS.
“Pilihannya ada dua. Boleh dua-duanya PTN, PTN dengan PTS, atau PTS dengan PTS. Tergantung apa yang dipilih. Lalu jika sudah menjadi mahasiswa maka jadwal kuliahnya mengikuti jadwal yang sudah ditentukan oleh kampus. Bisa pagi, bisa juga malam,” kata dia.
Untuk pendaftarannya sendiri, lanjut dia, melalui website www.umb.co.id, dengan pembayaran ke salah satu bank milik pemerintah. “Nah, ini masalahnya berbeda-beda. Jadi pendaftarannya harus sesuai dengan rekening dari perguruan tinggi yang dipilihnya, baik swasta maupun negeri,” ujar dia.
Pendaftaran UMB, tambah dia, sudah dimulai dari 29 Mei lalu hingga akhir Juni ini. Sementara untuk pelaksanaan ujiannya pada pertengahan Juli. “Jadi untuk calon mahasiswa yang tidak diterima SMNPTN tidak usah khawatir. Pasalnya, kesempatan untuk UMB sangat besar baik di PTS dan PTN. Untuk biayanya sendiri, lanjutnya, memang sedikit lebih mahal daripada yang diterima SMNPTN,” tandasnya. (ZAL)




