PKS Akan Melawan Incumbent
SERANG, BP – Dalam menghadapi Pilkada Kota Serang 2013 mendatang, Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (DPD PKS) Kota Serang kemungkinan akan menjadi lawan dari incumbent, Tubagus Haerul Jaman, yang merupakan bakal calon dari Partai Golkar dan partai koalisi lainnya.
Bagi PKS tidak mengajukan calon dalam Pilkada mendatang, menandakan kemunduran bagi partai, yang pada Pilkada sebelumnya mengusung calon. Selain itu, PKS ingin memberikan alternatif calon pemimpin untuk dipilih masyarakat.
“Pilkada merupakan momen dan media pembelajaran politik bagi masyarakat, untuk itu, Pilkada diharapkan memberikan kesempatan yang luas kepada masyarakat untuk memilih dan menentukan pemimpinnya. PKS akan memberikan alternatif calon pemimpin tersebut bagi masyarakat. Jika tidak mengusung, bagi kami itu sebuah kemunduran,” kata Ketua DPD PKS Kota Serang, Nana Mulyana di salah satu rumah makan di Kota Serang, Selasa (19/6).
Dijelaskan Nana, memberikan alternatif pilihan pemimpin bagi masyarakat adalah tugas bagi sebuah partai politik. Masyarakat harus tercerdaskan bahwa potensi pemimpin bukan hanya incumbent, tapi masih ada tokoh-tokoh lainnya yang dinilai mampu, mempunyai integritas, dan kapabilitas untuk memimpin Kota Serang.
Jika masyarakat tidak diberi alternatif, mau tidak mau harus memilih calon pemimpin tersebut, itu merupakan kemunduran bagi sebuah demokrasi. “Jika warga puas dengan kinerja incumbent selama ini itu pilihan masyarakat. Tapi, bagi partai harus tetap memberikan banyak pilihan bagi masyarakat,” ujarnya.
Nana mengungkapkan, berdasarkan aspirasi dari kader, DPD PKS Kota Serang sudah mengajukan lima nama kader untuk digodok sebagai bakal calon yang diusung PKS.
Kelima nama tersebut adalah Mantan Menteri Pertanian Anton Apriantono, Anggota DPR RI Zulkieflimansyah, Fungsionaris DPP PKS, KH Sudarman Ibnu Murtadlo, Ketua DPD PKS Kabupaten Serang Najib Hamas dan Pengurus DPP PKS Yayat Suhartono.
Namun, lanjut Nana, dari kelima kader tersebut ada yang sudah secara lisan tidak siap dicalonkan dengan alasan yang berbeda. “Pak Anton sedang konsen dalam mengurusi pertanian, Zulkiflimansyah sedang asik dengan komisinya, yakni dalam masalah ekonomi, dan Sudarman juga mempunyai alasan lain, sehingga tidak bisa menerima tawaran partai. Yang masih tersisa dua kader lagi, yaitu Najib Hamas dan Yayat Suhartono,” ujar Nana menjelaskan.(APP)




