Giliran Golden Tirta Dikepung Ratusan Masa
SERANG, BP – Ratusan warga yang mengaku sebagai investor Golden Tirta Invest, mengepung sebuah kantor yang berusaha di bidang investasi PT.Tirta Banten Mulia, di Jalan Ki Ajurum, Cipocok, Kota Serang, Senin (18/6). Perusahaan yang memiliki sekitar 1.400 investor itu dituding macet memberikan keuntungan kepada penanam modal yang mayoritas masyarakat tersebut. Beruntung, aksi anarkis warga dapat dicegah aparat dari Polsek Cipocok dan Polres Serang yang melakukan penjagaan di lokasi kejadian.
Pantauan Banten Pos, ratusan warga datang secara berkelompok ke perkantoran itu guna menanyakan kepastian bagi hasil yang dijanjikan Golden Tirta. Namun karena perusahaan yang bergerak di bidang investasi jual beli saham dan valuta asing (trading) sudah diamankan aparat polisi, pihak perusahaan hanya mengizinkan perwakilan-perwakilan masyarakat untuk diberikan penjelasan.
Sejumlah warga yang berhasil dijumpai mengaku akan menagih janji pihak perusahaan yang berjanji akan mencairkan uang keuntungan para investor. Namun pada Senin (18/6) kemarin, sebagai hari yang dijanjikan, uang itu tak kunjung cair. Bahkan, pihak Golden Tirta kembali memberikan janji.
Endang (45), wanita berkerudung sebagai salah satu investor Golden Tirta Invest mengaku, sudah menginvestasikan uangnya Rp50 juta kepada perusahaan yang baru buka tiga bulan itu. Dari uang yang diinvestasikan Endang dijanjikan akan mendapatkan keuntungan 30 persen dari total investasi setiap bulannya.
“Saya baru satu kali menerima keuntungan pada tanggal 16 Mei. Katanya keuntungan akan diberikan setiap bulan, tapi sekarang sudah lewat beberapa hari. Saya khawatir uang saya hilang seperti kasus-kasus lainnya (investasi, red),” ujar Endang.
Menurut Endang, nilai investasi di Golden Tirta Invest besarannya bervariasi, dari mulai Rp5 juta hingga puluhan, bahkan ratusan juta. Untuk satu kali investasi, setiap nasabah akan mendapatkan keuntungan selama lima bulan berturut-turut, sebesar 30 persen setiap bulannya. “Total nasabah lebih dari 1400 orang, dengan nilai investasi yang beragam,” kata warga Tangerang ini.
Macetnya keuntungan yang dijanjikan itu, lanjut Endang, diakui pihak Golden Tirta lantaran adanya kendala di kantor pusat. Tak dijelaskan kantor pusat di maksud. “Kata pihak Golden Tirta, kantor pusat lagi ada kendala. Sehingga, tidak bisa memberikan keuntungan pada hari ini kepada nasabah,” ungkapnya.
Di lokasi yang sama, Dedy, warga Merak yang mengaku menginvestasikan uangnya Rp5 juta ke Golden Tirta Invest mengatakan pihaknya bukan lagi berharap keuntungan. Tapi ia bersama masyarakat lainnya hanya ingin uangnya dikembalikan utuh.
Ia trauma mendengar banyaknya perusahaan investasi bermasalah. “Saya dan beberapa nasabah lainnya, hanya ingin uangnya kembali tanpa keuntungan sekarang juga,” kata Dedy kepada Tugiman, yang menjabat penasehat Golden Tirta Invest, saat menemui massa.
Dedy juga meminta jaminan berupa kertas berharga, kendaraan atau barang berharga lainnya apabila, Senin (18/6) kemarin tidak bisa mengembalikan uang nasabah. “Gini aja pak, saya minta bapak menyerahkan kendaraan bapak, atau surat berharga lainnya untuk jaminan,” pinta Dedy, kepada Tugiman.
Namun, Tugiman menolak dan meminta kepada para nasabah untuk memberikan tenggang waktu, agar dana milik nasabah bisa dikembalikan. “Nasabah yang akan mendapatkan keuntungan atau ingin menarik dananya hari ini (kemarin, red), akan dibayar pada 2 Juli mendatang. Saya minta waktu kepada semua nasabah,” kata Tugiman, seraya mengaku siap berurusan dengan hukum apabila 2 Juli mendatang tidak bisa mengembalikan uang nasabah tersebut.
Dikonfirmasi tentang macetnya uang nasabah itu, Tugiman mengaku, hal itu terjadi lantara PT Cyborg Futures yang beralamat di Jalan Sudirman, Jakarta yang merupakan pengelola dana dari nasabah tidak mendapatkan keuntungan.
“PT Cyborg Futures bergerak di bisnis jual beli valuta asing, saham ataupun kertas berharga lainnya. Hari ini PT Cyborg Futures tidak menerima profit,” kata Tugiman yang tercatat sebagai warga Komplek Untirta Permai, Blok 9 Rt9/7, Banjar Agung, Kota Serang.
Diakuinya, total nasabah yang tergabung dalam Golden Tirta Invest mencapai 1.437 orang, dengan total investasi mencapai Rp7 miliar. “Saya akan nagih dana nasabah ke PT Cyborg Futures,” imbuhnya.
Sementara itu, hingga berita ini dibuat, sejumlah warga masih menunggu kepastian pengembalian modal investasi yang ditanamkan di Golden Tirta Invest. Petugas Kepolisian pun masih nampak berjaga-jaga di kantor berlantai dua tersebut.
Sebelumnya, ribuan masa mengamuk di Perumahan Bukit Permai Cikasungka, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang. Diduga sekitar 150.000 investor tertipu Koperasi Langit Biru yang berkedok investasi daging tersebut. Akibat amuk masa, daerah itu pun sampai saat ini masih digaris polisi.
Sementara pimpinan Koperasi Langit Biru, Ustad Jaya Komara, sampai sekarang jadi buruan polisi. Ustad yang memiliki banyak istri itu ditengarai membawa kabaur uang nasabah hingga Rp6 triliun.
Peristiwa serupa juga terjadi pada awal Juni ini. Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang investasi emas, PT Goldenfields Sanjaya yang beralamat di Ruko Sukses II Kaliwadas , Kota Serang, dilaporkan 50 nasabahnya ke Mapolres Serang, Juma(1/6) silam, dengan tuduhan membawa kabur uang nasabahnya senilai Rp 50 Miliar.
Dua pimpinan perusahaan tersebut, Yuday Sanjaya selaku komisaris dan Ringgit Taufik selaku Direktur diduga kuat melarikan diri, dan hingga sekarang jadi buruan polisi. Ratusan warga yang mengaku investor mengaku tertipu, atas peristiwa itu. (TBE)




