Serangan Fajar
GDANSK, BP – Datang sebagai juara bertahan dan tim yang paling banyak diunggulkan menjuarai EURO 2012, Spanyol gagal meraih hasil maksimal di laga pertamanya. Hal yang sama juga diraih Irlandia yang takluk dari Kroasia di pertandingan awal. Karenanya, menyerang sejak awal menjadi opsi paling dipilih oleh kedua tim demi mengamankan peluang untuk lolos ke babak perempat final.
Eksperimen pelatih Spanyol, Vincent Del Bosque banyak dituding sebagai biang kegagalan Spanyol meraih hasil maksimal di laga perdana. Tampil tanpa pemain yang berposisi sebagai penyerang murni membuat banyak serangan el matador yang tidak berujung gol.
Winger Spanyol, Jesus Navas menegaskan, Spanyol akan melakukan inisiatif serangan sejak awal kala menghadapi Republik Irlandia, Jumat (15/6) dinihari WIB.
“Ini akan menjadi pertandingan sulit. Kami harus meraih tiga angka dan kami harus menyerang mereka sejak laga dimulai,” cetus winger Sevilla seperti dilansir The World Game.
Kendati memulai penyisihan grup Piala Eropa dengan hasil kurang memuaskan, Navas optimistis Spanyol bisa melangkah jauh pada turnamen ini. Keyakinan itu merujuk pada pengalaman La Roja yang kalah 1-0 dari Swiss di laga perdana mereka di Piala Dunia 2010, namun akhirnya keluar sebagai juara.
“Kami memiliki pengalaman. Kami tidak bisa melupakan fakta bahwa kami kalah di laga pembuka Piala Dunia kami tapi kemudian kami memenangkan pertandingan-pertandingan berikutnya dan sukses mengangkat trofi.”
Masuknya Fernando Torres menjelang akhir laga, pada saat ditahan Italia, menjadikan serangan Spanyol lebih berbahaya. Karenanya, berkaca dari laga perdana, ada kemungkinan Bosque akan menurunkan seorang striker “beneran” di starting line up. Nama Torres pun digadang-gadang bakal mengisi posisi itu.
Pelatih Irlandia, Giovanni Trappatoni adalah salah satu pihak yang meyakini Torres akan dipasang sejak awal laga demi meraih tiga poin. Karenanya, pelatih veteran asal Italia itu mewaspadai striker asal Chelsea itu agar timnya tak kebobolan lebih dulu.
“Mungkin Torres akan bermain melawan kami. Ini adalah sesuatu yang mungkin, tetapi bukan sesuatu yang mungkin bisa berubah. Yang pasti harus memutuskan pada akhirnya adalah Vicente del Bosque,” kata Trapattoni dalam konferensi pers.
Meskipun Irlandia menderita kekalahan 3-1 dari Kroasia di pertandingan pembukaan mereka, Trapattoni tetap percaya diri dan mengingatkan semua orang dengan keberhasilan tim underdog akhir-akhir ini ketika berjumpa dengan tim yang kuat.
“Spanyol adalah juara dunia dan mereka memiliki setengah di Real Madrid dan setengah di Barcelona dan setengah. Hanya Messi yang hilang disana,” ujar pelatih berusia 70 tahun itu.
Irlandia sendiri, mungkin akan turun dengan komposisi yang kurang lebih sama seperti saat melawan Kroasia, meski beberapa pemain didera cedera. Richard Dunne misalnya yang sedikit bermasalah dengan kelelahan dan cedera ringan.
Sean St Ledger juga harus menggunakan penghilang rasa nyeri untuk bisa bermain. Shay Given dan Darron Gibson masih diragukan bisa tampil, walau ada kemungkinan Giovani Trapattoni tetap memaksakan keduanya bermain.
Spanyol sudah bertemu sebanyak 24 kali dengan Irlandia, memenangkan 13 pertandingan, tujuh kali seri seri dan empat kali kalah. Dalam ajang resmi UEFA/FIFA, Spanyol meraih delapan kemenangan, empat seri, dan dua kali kalah.
Spanyol sejauh ini belum pernah kalah dari enam pertemuan terakhir kedua tim di ajang EURO, meraih empat kemenangan dan dua kali seri. Terakhir kali kedua tim bertemu di Piala Dunia 2002, dimana Spanyol mengalahkan Irlandia dengan skor 3 –setelah bermain 1 –pada 90 menit awal.(ENK)




