Mobil Rombongan Pelajar Dihantam KA
CILEGON, BP - Sembilan nyawa penumpang angkutan kota (angkot) jurusan Cilegon-Anyer hampir saja melayang seketika, Rabu (13/6). Pasalnya, kendaraan dengan nomor polisi A 1997 UR yang dikemudikan Komar (35) dihantam Kereta Api batubara sekira pukul 10.30 WIB.
Beruntung, benturan KA hanya mengenai bagian depan angkot sehingga benturan keras terhindari, walau angkot dan penumpangnya terseret cukup parah. Sembilan nyawa penumpangnya pun berhasil selamat, meski dua diantaranya luka parah dan harus dirawat intensif di Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) Cilegon.
Informasi yang diperoleh BANTEN POS, angkot nahas itu mengangkut warga Karang Bolong, Pondok Baru, Kecamatan Anyer yang terdiri dari anak dan orang tua yang hendak mendaftar sekolah ke MTs Al-Khairiyah, Tegal Buntu, Cilegon. Setibanya di Lingkungan Jublin, Kelurahan Tegal Ratu, Kecamatan Ciwandan, angkot hendak melintas rel KA.
Dalam waktu yang sama, melintas KA Batubara dari Jakarta menuju Pelabuhan Cigading. Nahasnya, sopir angkot tetap nekad nyelonong menyebrangi rel meski sirine peringatan sudah berbunyi keras dan palang pintu perlintasan mulai turun.
”Karena jarak kereta sudah dekat, ya langsung ditabrak. Angkot dan penumpangnya terpental jauh,” ujar Nurul Komariah, saksi mata yang berprofesi sebagai pedagang tersebut.
Menurut Nurul, kemungkinan sopir angkot ceroboh dan tak memperhatikan kereta yang sudah mendekat. Padahal, sirine peringatan dan palang pintu sudah jelas bergerak turun untuk menghalangi pengendara. ”Itu angkotnya yang nyelonong aja. Gak sabar, padahal kendaraan yang lainnya sudah berhenti,” ujarnya lagi menegaskan.
Terpisah, Ika Paletika Wati (30), salah seorang penumpang yang menjadi korban kecelakaan mengatakan, sebelum kejadian para penumpang telah mengingatkan sopir angkot agar bersabar dan tidak menerobos perlintasan kereta api sebelum kereta lewat. Karena, sirine peringatan berbunyi cukup keras.
“Tidak tahu kenapa, sopirnya tetap nerobos aja. Kejadiannya cepat sekali. Kita juga sempat tidak sadar,” katanya yang terlihat tidak tahan menahan tangis saat ditemui di rumah sakit.
Namun, Ika tidak ingat pasti berapa jumlah pelajar dari sembilan penumpang tersebut. Dia hanya ingat jelas bahwa terdapat seorang balita yang jadi korban.
“Sebetulnya kita berencana berangkat Sabtu depan. Ternyata pendaftarannya dipercepat dan tidak menyangka ada kejadian seperti ini. Pantesan sejak berangkat perasaan saya gak enak,” ungkapnya.
Sementara itu, sopir angkot nahas, Komar saat ini diamankan di Polres Cilegon untuk dimintai keterangan terkait penyebab kecelakaan yang mengakibatkan dua orang terluka berat itu.(MAN)




