Kapal Tenggelam,‭ ‬1‭ ‬Tewas‭ ‬2‭ ‬Hilang

ANYER,‭ ‬BP‭ ‬–Kapal‭ ‬KMP Jaya‭ ‬yang membawa‭ ‬13‭ ‬orang penumpang termasuk nakhodanya,‭ ‬tenggelam di Perairan Pulau Sanghyang,‭ ‬setelah diterjang ombak besar,‭ ‬Rabu‭ (‬13/6‭) ‬sore.‭ ‬

Dalam peristiwa itu,‭ ‬seorang nakhoda bernama Kasim dan‭ ‬sembilan‭ ‬orang penumpang berhasil lolos dari maut.‭ ‬Nahas seorang penumpang ditemukan tak bernyawa dan dua penumpang lainnya yang salah satunya sebagai anggota‭ ‬TNI AL‭ ‬hilang ditelan ombak.‭

Hingga berita ini diturunkan,‭ ‬belum ada kabar tentang dua orang korban yang hilang tersebut.‭ ‬Sementara korban tewas diketahui bernama Adang Sutami‭ (‬55‭)‬,‭ ‬yang belakangan diketahui sebagai seorang petugas perhutani yang‭ ‬biasa‭ ‬bertugas di kawasan hutan lindung Pulau Sanghyang.‭

Keterangan yang berhasil dihimpun BANTEN POS,‭ ‬kapal‭ ‬kayu‭ ‬tersebut tenggelam disekitar Perairan Pulau Sanghyang,‭ ‬Anyer,‭ ‬sekitar pukul‭ ‬15.00‭ ‬WIB‭ ‬setelah diterjang ombak besar,‭ ‬sesaat menjelang merapat ke pulua.‭ ‬Gelombang tinggi mengakibatkan air masuk ke dalam kapal,‭ ‬dan mengakibatkan mesin mati.‭

‬Akibatnya,‭ ‬kapal pun sempat terombang-ambing dihempaskan ombak tak tentu arah,‭ ‬ke tengah laut kembali.‭ ‬Sialnya,‭ ‬tuas kapal yang menjadi alat satu-satunya‭ ‬alat‭ ‬untuk menyeimbangkan‭ ‬kondisi kapal malah patah.‭ ‬Akibatnya,‭ ‬kapal kian tak terkendali.‭

Air semakin banyak‭ ‬memenuhi‭ ‬lambung,‭ ‬kapal pun miring kekiri.‭ ‬Sejurus dengan itu,‭ ‬ombak besar kembali menghantam lambung kanan.‭ ‬Tak ayal lagi,‭ ‬kapal langsung terbalik.‭ ‬Kendati masih bisa digunakan sejumlah penumpang untuk berpegangan.‭ ‬Tiga orang korban langsung hilang ditelan ombak.‭ ‬Satu diantaranya,‭ ‬yakni Adang Sutami,‭ ‬yang akhirnya‭ ‬berhasil ditemukan Tim SAR,‭ ‬dalam kondisi tak bernyawa.‭

‬Sedangkan dua penumpang lainnya,‭ ‬hingga kini belum ditemukan.‭ ‬Keduanya‭ ‬yakni Sertu Laut Rahman dan Tamel,‭ ‬Security Pondok Kalimaya Putih,‭ ‬Anyer.‭ ‬Sementara‭ ‬sembilan orang‭ ‬penumpang dan seorang nakhoda‭ ‬berhasil selamat setelah berenang menggunakan pelampung dan diselamatkan‭ ‬Tim Search And Rescue‭ (‬SAR‭)‬.

Kasim bersama tiga orang penumpang,‭ ‬yakni Tisno,‭ ‬Adang Sutami,‭ ‬dan Umi Kulsum‭ (‬Istri Adang,‭ ‬red‭)‬,‭ ‬berhasil dievakuasi Tim SAR ke Pelabuhan Paku.‭ ‬Sedangkan tujuh orang penumpang lainnya,‭ ‬yakni Lettu Laut Rosmiadi,‭ ‬Kopda‭ (‬Laut‭)‬ Eko,‭ ‬Roy,‭ ‬Mariono,‭ ‬Ali,‭ ‬Sastriaji dan Oman berhasil dievakuasi ke Pos Lanal Pulau Sanghyang.‭

‬Hingga Rabu malam,‭ ‬Tim SAR masih terus melakukan pencarian terhadap dua korban hilang.‭ ‬Namun karena cuaca buruk,‭ ‬akhirnya pencarian dihentikan sekitar pukul‭ ‬20.00,‭ ‬lantaran gelap.‭

Nakhoda Kapal KM Jaya,‭ ‬Kasim kepada BANTEN POS menceritakan,‭ ‬peristiwa‭ ‬bermula ketika ia membawa sejumlah penumpang dari‭ ‬Pelabuhan Paku Anyer.‭ ‬Namun cuaca buruk mengakibatkan‭ ‬air laut masuk ke dalam ruang mesin dan menyebabkan mesin mati.‭ ‬“Kami terombang-ambing tak berdaya.‭

‬Apalagi setelah tuas kapal patah,‭” ‬ujarnya,‭ ‬seraya mengatakan setelah kapal tenggelam‭ ‬ia bersama sejumlah penumpang mencoba melawan derasnya arus air laut dengan pelampung seadanya untuk bisa meraih daratan.‭

Direktur‭ ‬Polair Polda Banten AKBP‭ ‬Budhi Hermawan saat dikonfirmasi BANTEN POS kemarin membenarkan adanya peristiwa tenggelamnya sebuah kapal yang membawa‭ ‬13‭ ‬orang penumpang tersebut.‭ ‬Dari‭ ‬13‭ ‬orang tersebut,‭ ‬10‭ ‬diantaranya selamat,‭ ‬satu tewas dan dua lagi belum ditemukan.‭ ‬“Hingga‭ ‬malam hari Tim SAR masih melakukan pencarian,‭” ‬kata Budhi.

Untuk melakukan pencarian terhadap korban hilang,‭ ‬pihaknya mengaku menerjunkan‭ ‬dua tim,‭ ‬diantaranya meliputi‭ ‬delapan personil.‭ ‬Tak hanya itu,‭ ‬pihaknya juga menerjunkan pasukan khusus yang menggunakan perahu karet.‭ ‬“Kami juga melakukan pencarian dengan menggunakan perahu karet,‭” ‬katanya.

Terkait dua orang korban yang masih belum ditemukan,‭ ‬Budhi mengaku belum mengetahuinya secara pasti.‭ ‬Dengan dalih saat itu,‭ ‬tim yang diterjunkan‭ ‬masih melakuan pendataan dan pertolongan pertama kepada korban.‭

Sementara itu,‭ ‬Pasops Lanal Banten Mayor Laut‭ (‬P‭) ‬Lukito ketika dikonfirmasi terkait‭ ‬peristiwa itu‭ ‬enggan memberikan keterangan lebih banyak.‭ ‬Dia hanya mengaku telah telah mengerahkan Tim SAR untuk mencari korban yang belum diketemukan.‭

Komandan Tim SAR Lanal Banten Lettu Laut‭ (‬KH‭) ‬Tono Noviantono,‭ ‬saat dijumpai di sekitar Pelabuhan Paku,‭ ‬Anyer,‭ ‬menyatakan upaya pencarian dihentikan sekitar pukul‭ ‬20.00‭ ‬karena cuaca buruk.‭ ‬Pihaknya siap terjun kembali menyisir perairan tempat tenggelamnya kapal nahas itu agar bisa menemukan dua korban hilang,‭ ‬Kamis‭ (‬14/6‭) ‬pagi ini.‭ “‬Pukul setengah enam pagi,‭ ‬kami akan langsung bergerak melakukan pencarian,‭” ‬tandasnya.‭ ‬(MAN/TBE/ARF‭)

Komentar