35 Pelaksana Teknis PPL Diajak Piknik
PANDEGLANG, BP – Komisi IV DPRD Kabupaten Pandeglang, menyayangkan adanya kekisruhan di tubuh Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) dan Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Kabupaten Pandeglang, terkait adanya 35 Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang ramai-ramai mengundurkan diri jadi Pelaksana Teknis (Pelnis).
“Kami merasa prihatin dengan adanya surat pengunduran diri 35 PPL yang diperbantukan merangkap Pelnis di Distanbun Pandeglang. Kalau memang kaitannya dengan pemotongan proyek, seharusnya para Pelnis itu jangan mengundurkan diri, harus berani melaporkan kasus pemotongan proyek atau program bantuan itu kepada pihak aparat hukum,” ungkap anggota Komisi IV DPRD Pandeglang, HM Yusuf kepada BANTEN POS, Senin (11/6).
Yusuf juga mempertanyakan kinerja Distanbun yang hanya mau memanfaatkan para Pelnis itu untuk kepentingan kelompak atau oknum Distanbun yang memanfaatkan program bantuan dari pemerintah pusat maupun daerah. “Seharusnya jangan mereka (Pelnis, red) yang mengundurkan diri. Tetapi Kepala Distanbun yang harus tahu diri,” kecamnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Pandeglang Anton Khairulsamsi, yang dihubungi BANTEN POS tidak mau banyak berkomentar. “Waduh, jangan minta komentar sama saya, khawatir malah tambah kisruh nantinya. Silahkan saja tanyakan ke komisi yang membidanginya,” elaknya.
Informasi yang berhasil dihimpun BANTEN POS menyebutkan, untuk meredam adanya aksi pengunduran massal itu, Distanbun menawarkan piknik berkedok study banding ke Gunung Emas Bogor, khusus bagi Pelnis yang mengundurkan diri. Hal itu dibenarkan oleh Kepala BP4K Kabupaten Pandeglang, Agus Sumardani.
“Memang tadi Distanbun membuat surat permohonan izin kepada kami untuk mengajak study banding 35 PPL yang mengundurkan diri. Karena sifatnya untuk study banding, ya kami izinkan,” terangnya.
Sebelumnya, sebanyak 35 Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) diam-diam melakukan penandatangan surat pengunduran diri dari jabatannya. Surat pengunduran diri itu dialamatkan kepada Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Pandeglang, Cahyan Sofyandi.
Salah seorang PPL yang enggan disebutkan jati dirinya mengungkapkan, seluruh PPL merasa kecewa. Karena tidak mendapat honor tambahan. Sementara jika ada program Distanbun yang bermasalah, PPL-lah yang selalu jadi sasaran di lapangan. Menurutnya, pengunduran diri 35 PPL itu didasarkan pada kekhawatiran karena banyaknya bantuan Distanbun yang tidak jelas dan banyak pemotongan.(MAM)




