Kerusuhan Merak Dipicu Oknum Polisi

CILEGON, BP – Pengerusakan yang dilakukan ribuan sopir di Pelabuhan Merak, Minggu (27/5) pukul 20.30 lalu, ternyata dipicu oknum anggota polisi dari Mabes Polri. Oknum tersebut melakukan pengawalan terhadap kendaraan pengangkut rokok yang akan menyeberang melalui jalur tembak. Oknum tersebut diduga bekerja sama dengan petugas PT ASDP dan menerima uang (pungli) untuk memuluskan penyeberangan di tengah antrean panjang di Pelabuhan Merak.

Informasi yang dihimpun BANTEN POS, sebelum mengamuk dan melakukan pengerusakan, salah satu sopir yang melihat ada truk yang masuk jalur tembak protes. Namun oknum anggota polisi justru memukul sopir tersebut. Tidak terima rekannya dianiaya, ribuan sopir yang melihat kejadian itu mengamuk dan berujung pengrusakan terhadap fasilitas di Pelabuhan Merak.

’’Memang benar adanya oknum anggota Mabes Polri yang melakukan hal tersebut (mengawal jalur tembak) sehingga para sopir ngamuk,’’ kata Kapolres Cilegon, AKBP Umar Surya Fana saat dihubungi wartawan.
Sementara itu, Menteri Perhubungan, EE Mangindaan yang melakukan sidak ke Pelabuhan Merak, Rabu (30/5) menegaskan bahwa pihaknya akan menindak oknum PT ASDP jika terlibat praktek pungutan liar (pungli) di Pelabuhan Penyeberangan Merak.

”Jangan coba-coba pungli, saya akan tindak tegas. Saya sudah berkomunikasi dengan Menteri BUMN, Dahlan Iskan terkait hal ini. Beliau bilang kalau ada yang tidak beres segera beritahu untuk ditindak tegas. Kami juga meminta teman-teman wartawan ikut membantu mengawasi ini,” kata Mangindaan dengan nada tegas.
Ketika disinggung terkait jalur tembak yang ditengarai menjadi penyebab kerusuhan beberapa waktu lalu, Menhub menegaskan kedepan tidak ada lagi jalur khusus atau jalur tembak itu. Semua harus ikut antre.
“Semua harus ikut aturan, tidak ada lagi yang pakai pengawal. Siapa yang coba-coba kami tindak tegas,” ujar menteri.

Ia menegaskan, aturan main kerja sudah diatur dalam PP Nomor 53 tentang Kedisiplinan Pegawai. “Siapapun yang melakukan pungli akan ditindak, tak peduli dari institusi manapun. Tidak pilih kasih, semua akan ditindak,” tegasnya.

Terkait antrean panjang yang selalu terjadi di pelabuhan itu, Menhub menyatakan bahwa hal itu memang menjadi perhatiannya. Namun perbaikan Dermaga II memang diakui mempengaruhi keadaan itu. “Makanya, kita percepat agar ini bisa segera diselesaikan sebelum dua minggu. Perbaikan ini juga penting sebagai bagian dari pelayanan yang akan kita berikan ke masyarakat. Terlebih menjelang lebaran 2012 mendatang,” terangnya.

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya telah bersepakat dengan Gabungan Pengusahan Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (Gapasdap), agar kapal yang sedang nganggur di Bakauheni segera ditarik ke Merak untuk mengurai antrean. “Di Pelabuhan Bakauheni kan banyak yang nunggu, nah yang nunggu itu kita tarik ke Merak, sebab antrean ada di sini (Merak, red). Pihak Gapasdap sudah sepakat, mudah-mudahan ini bisa mengurai antrean sesegera mungkin,” tandasnya.

Sementara itu, Kapolda Banten Brigadir Jenderal Eko Hadi Sutedjo, mengintruksi jajarannya untuk memfokuskan penyelidikan pungli yang ditengarai banyak terjadi di Pelabuhan Merak. “Agenda penyelidikan saya adalah mencari tahu siapa saja yang melakukan pungli. Apabila ditemukan maka akan ditindak tegas sesuai dengan prosedur yang berlaku baik oknum anggota Polri, TNI maupun pihak PT ASDP,” kata Kapolda.

Perwira tinggi bintang satu itu menegaskan, kondisi Pelabuhan Merak saat ini sudah berangsur pulih dan aktivitas sudah berjalan normal. Kendati demikian, untuk menjaga keamanan dan kenyamanan, Polda Banten masih menyiagakan satu peleton pasukan yang terdiri dari Brimob dan anggota Dalmas Polda Banten.
Terkait kasus kerusuhan yang terjadi, Kapolda menegaskan bahwa Polres Cilegon sudah menyatakan empat tersangka yang diduga melakukan pungli.

“Polres Cilegon yang menangani kasus ini, Polda hanya diperbantukan. Identitasnya tersangka silahkan tanya ke Kapolres Cilegon. Tapi, mereka diantaranya adalah petugas dan sopir truk,” imbuhnya.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi I DPRD Banten, Taufiqurokhman meminta agar kepolisian menindak provokator yang memicu kerusuhan di Pelabuan Merak. Sementara itu, pantauan BANTEN POS di sepanjang Jalan Cikuasa Atas, antrean truk masih mengular hingga masuk Tol Merak-Tangerang tepatnya di Kilometer 97,5 atau sekitar 6 kilometer dari pintu masuk Pelabuhan Merak.(FAN/TBI/NAL/JPNN)

Komentar