Cinangka Diproyeksi Jadi Wilayah Klaster Kerbau
CINANGKA, BP – Dinilai berhasil sebagai wilayah pengembangan hewan ternak jenis kerbau, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, akan dijadikan sebagai lokasi klaster kerbau. Penentuan lokasi ini terkait dengan sejumlah keberhasilan yang telah diraih oleh kecamatan ini dalam mengembangkan ternak tersebut.
Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Serang, Dadang Hermawan, mengungkapkan, keberhasilan yang telah diperoleh oleh gabungan kelompok tani (gapoktan) “Harapan Amis” di Kecamatan Cinangka dapat menjadi contoh bagi gapoktan-gapoktan lain di Kabupaten Serang yang khusus dalam mengembangkan ternak hewan kerbau.
“Keberhasilan seperti ini tentu saja perlu ditiru oleh gapoktan lain. Agar kedepannya, tidak hanya kerbau, tapi juga domba, sapi maupun hewan-hewan lain yang tentunya berpotensi menghasilkan daging,” ujarnya saat mengunjungi lokasi pengembangan kerbau di Kampung Kampung Ciraab, Desa Cikolelet, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Rabu (30/5).
Dadang mengatakan, saat ini para peternak kerbau yang tergabung di dalam gapoktan “Harapan Amis” telah memiliki kerbau sekitar 80 ekor. Jumlah ini mengalami peningkatan yang pesat jika dibandingkan dari tahun-tahun sebelumnya. Dadang menjelaskan, pada tahun 2009, gapoktan “Harapan Amis” mendapat bantuan kerbau dari Kementrian Pertanian RI sebanyak 49 ekor kerbau.
“Ini artinya terjadi peningkatan jumlah hingga dua kali lipat dan itu sangat membanggakan tentunya. Kalau hal tersebut terus dikembangkan, tentu saja wilayah Cinangka dapat diplot menjadi wilayah klaster kerbau dan mendukung pemerintah pusat dalam program swasembada daging pada tahun 2014 mendatang,” ujarnya.
Guna mempersiapkan sebagai wilayah klaster kerbau, saat ini Distanak Kabupaten Serang menggunakan metode revolving guna memberikan kesempatan kepada peternak lain untuk dapat memiliki kerbau. Sehingga diharapkan ketika kelak program swasembada daging telah diterapkan, para peternak kerbau sudah dapat berperan serta.
“Metode revolving digunakan agar semua anggota gapoktan nantinya dapat memiliki kerbau sendiri. Setelah semua anggota sudah memiliki kerbau dan kebutuhan akan kerbau telah terpenuhi, kerbau yang setiap waktunya jumlahnya semakin bertambah dapat diberikan kepada gapoktan lain yang memerlukan,” tandasnya.
Meski dinilai telah berhasil dalam membudidayakan ternak kerbau, hal tersebut bukan tanpa kendala yang dihadapi oleh peternak. Ketua Gapoktan “Harapan Amis”, Artayama, mengungkapkan, lahan untuk menyediakan pakan kerbau menjadi kendala yang dihadapi selama ini. Normalnya setiap delapan ekor kerbau harus tersedia lahan seluas satu hektar untuk pakannya.
“Lahan yang ada masih kurang, saat ini kami sudah mengajukan tambahan lahan seluas tiga hektar untuk penyediaan pakan,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Seksi Produksi Peternakan Distanak Kabupaten Serang, Hidayat, mengatakan, pihaknya memberikan kebebasan kepada para peternak untuk menentukan persoalan lahan pakan tersebut.
“Kalau petani mau beli dulu silahkan. Saat ini kami telah mendata sejumlah lahan tidur yang nantinya dapat digunakan untuk area pengadaan lahan pakan bagi kerbau,” katanya.(DAN)




