Warga Pasir Ona Tolak Indomaret
RANGKASBITUNG, BP – Sejumlah warga Pasir Ona di Desa Rangkasbitung Timur, Kecamatan Rangkasbitung menolak keberadaan waralaba di daerah mereka. Alasannya, pedagang kecil yang terancam dengan keberadaan minimarket tersebut. Pernyataan penolakan ini berkaitan dengan rencana ritel Indomart membangun usaha di BTN Pasir Ona, persis di depan Alfamart.
“Kami harap pemerintah Kabupaten Lebak tidak memberi izin. Sebab kami yang terancam. Apalagi, di lokasi tersebut sudah ada Alfamart, jangan ditambah lagi sehingga usaha kami gulung tikar,” ujar Sri, salah satu warga Pasir Ona, Rangkasbitung, kepada BANTEN POS, Selasa (22/5).
Hal senada diungkapkan Rasim, juga warga Pasir Ona. Kata dia, Indomart mendirikan usaha di daerah tersebut tanpa izin dari masyarakat setempat. Sebab, dirinya mengaku tidak pernah diminta persetujuan pembangunan ritel tersebut.
“Itu tidak ada izinnya dari masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu staf Indomart yang berhasil dihubungi BANTEN POS bernama Bagas membantah tidak mendapat izin dari masyarakat setempat. Kata dia, rencana pembukaan usahanya sudah mendapat persetujuan warga dan aparat RT dan RW setempat.
“Kami sudah mendapat izin dari RT dan RW disini. Dari masyarakat juga ada 20 orang yang menyetujui dilengkapi dengan identitas mereka ,” katanya.
Sementara itu Manager Proyek Perumahab BTN Pasir Ona Rangkasbitung, Atta mengatakan, lahan yang digunakan untuk Indomart statusnya sewa selama lima tahun.
“Bagi kami tidak ada masalah lahan tersebut mau digunakan untuk apapun, dengan catatan tidak terkendala dengan perizinan,” ujarnya.
Sementara itu Kepala KPPT Kabupaten Lebak, Hary Setiono mengungkapkan, untuk sementara saat ini, pihaknya belum menerima berkas pengajuan perizinan atasnama Indomart di Pasir Ona. Namun demikian, jika hal itu sudah diterimannya , pihaknya tidak akan mempersulit perizinan selama mendapat persetujuan masyarakat setempat.
“Kita tidak membatasi izin waralaba. Yang kita batasi hanya jam operasionalnya saja, yaitu dari pukul 08.00- 22.00 WIB,” kata Hary.(RIS)




