Tata Kota Amburadul
SERANG, BP – DPRD Provinsi Banten mengkritisi penataan wilayah Kota Serang yang dituding amburadul. Penataan kota seharusnya menjadi skala prioritas dalam pembangunan Kota Serang agar etalase dan Ibukota Provinsi Banten itu menjadi kota yang indah, cantik dan nyaman.
Anggota DPRD Banten, Asep Rahmatullah menyoroti permasalahan sampah, pemasangan billboard yang tidak teratur, warung kumuh, bangunan liar dan masalah drainase yang tidak tertangani dengan baik. Menurutnya, harus ada langkah nyata dari Pemkot Serang untuk menata kota menuju kondisi yang lebih baik.
“Yang harus dilaksanakan dalam waktu dekat adalah menangani sampah. Pemkot seharusnya menyediakan kontainer khusus sehingga warga tidak membuang sampah sembarangan yang dapat merusak keindahan kota,” kata Asep saat menggelar reses Anggota DPRD Banten Daerah Pemilihan Kota Serang di gedung Sekretariat Daerah Pemkot Serang, Selasa (17/4).
Untuk penataan kota yang baik, kata Asep, Pemkot harus memiliki good will untuk melakukannya. Untuk itu, implementasi yang dilakukan setiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait dalam penanganan masalah ini harus jelas.
“Masalah sampah, billboard di pintu tol Serang Timur, dan warung kumuh di Kelurahan Trondol salah satu contohnya,” kata Asep.
Sementara, Wakil Ketua DPRD Banten, Jayeng Rana menyoroti persoalan kesemrawutan di Alun-alun dan Terminal Kota Serang. Menurutnya, buruknya penataan di wilayah itu membuat ruas jalan di sekitarnya sering dilanda kemacetan.
“Penataan terminal harus dilakukan secepatnya, agar tidak terlihat kumuh dan tumbuh terminal bayangan. Kita siap mendorong dan membantu, berapapun anggarannya akan kita perjuangkan kepada Pemprov Banten,” tutur politisi PDIP ini.
Dewan juga mengkritisi Pemkot yang selalu berlindung di balik alasan minimnya anggaran dalam penanganan masalah-masalah itu. Menurutnya, kondisi itu tidak selayaknya dikeluhkan karena seharusnya, Pemkot Serang mencari jalan keluar.
“Hasil reses akan diperjuangkan dalam penentuan anggaran. Akan tetapi, dewan dari dapil Kota Serang ingin melihat keseriusan dari Pemkot Serang terlebih dulu,” kata Jayeng.
Ketua DPRD Kota Serang yang hadir dalam acara tersebut, menyambut baik masukan dana kritikan dari Anggota DPRD Banten. Kekumuhan dan kesemrawutan Kota Serang memang harus dibenahi.
Namun karena keterbatasan anggaran Kota Serang tidak bisa berdiri sendiri dan membutuhkan bantuan dari Pemprov Banten. “Masalah Kota Serang ini harus dimasukkan ke dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, red) Provinsi Banten,” tuturnya.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Serang, Alam Darussalam mengungkapkan, Kota Serang merupakan kota yang sedang tumbuh, baik akibat urbanisasi maupun migrasi dari daerah lain. Cepatnya pertumbuhan penduduk menjadi salah satu tantangan yang sedang dihadapi.
Kebutuhan dalam pembangunan dengan anggaran yang tersedia tidak seimbang, sehingga Kota Serang membutuhkan bantuan dari pemprov dan pemerintah pusat. “Mudah-mudahan dewan bisa memperjuangkan usulan dari Kota Serang,” ungkapnya.(APP)




