Siswi SMA Tertangkap Kamera Nyontek UN Lewat HP
SERANG, BP – Aksi kecurangan dalam pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/MA/SMK semakin kentara. Pada hari kedua UN ditemukan siswa yang tertangkap kamera wartawan sedang menyontek soal ujian dari telepon genggam atau handpone.
Tangan kanan siswi SMA negeri di Kota Serang itu tampak asyik mengisi soal, sementara tangan kirinya mengutak-atik handpone di bawah meja. Sesekali dia menunduk melihat angka atau hurup di balik layar telepon seluler tersebut.
Ironisnya, kejadian tersebut bersamaan dengan kedatangan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Walikota Serang Tb Haerul Jaman, Kepala Dinas Pendidikan Banten Hudaya Latuconsina dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Serang Tb Urip Henus yang sidak ke sekolah tersebut. Hanya saja, saat aksi nyontek itu berlangsung, para petinggi Banten dan Kota Serang tersebut sedang melakukan rapat tertutup di ruang kepala sekolah.
Ironisnya lagi, sebelum kejadian, Kepala Dinas Pendidikan Banten, Hudaya Latuconsina mengatakan bahwa peserta UN dilarang keras membawa alat komunikasi, termasuk handpone ke dalam ruangan ujian. Karenanya, ketika dikonfirmasi soal kecurangan tersebut, Hudaya berjanji akan melakukan tindakan tegas dengan menganulir kehadiran siswa tersebut.
“Jika benar ada yang membawa handphone, kami akan memberikan sanksi, karena sudah melakukan kecurangan dan kesalahan moral. Sanksi tersebut yakni dianulir kehadirannya di pelaksanaan UN kali ini atau dianggap absen. Yang bersangkutan harus mengikuti ujian susulan sesuai mata pelajaran yang belum diikuti,” tuturnya.
Sementara itu, peredaran kunci jawaban pada hari kedua UN ini masih terus mewarnai kecurangan. Modusnya tetap menggunakan Short Message Service (SMS) yang diedarkan kepada kalangan peserta.
Terkait masalah ini, Hudaya menjelaskan bahwa hal itu hanya isu yang dihembuskan oleh orang yang ingin mencari keuntungan pribadi semata. Sebab, tidak ada yang mengetahui kunci jawaban dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan belum memberikan kunci jawaban kepada panitia.
“Saya pastikan isu yang itu tidak benar. Sebab saya juga mendapatkan kiriman foto kunci jawaban. Soal-soal yang telah keluar sekarang kunci jawabannya belum dikirim,” ujar dia.
Dalam kesempatan itu, Hudaya meminta semua siswa peserta UN tidak terpengaruh isu tersebut dan tidak menjadikan SMS sebagai acuan mengisi soal. Sebab tidak mungkin lima paket soal di satu ruang kelas yang sama dijawab oleh kunci soal yang sama.
“Perbedaan soal ujian dalam satu ruangan itu untuk meminimalisir kecurangan. Sebab dulu hanya dua paket dalam satu kelas. Namun, ternyata isu kebocoran masih tetap ada,” papar dia.
Sementara itu, Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah menyesalkan terjadinya peredaran kunci jawaban di tengah-tengah peserta. Meski menganggap hanya isu, Atut meminta panitia mengantisipasi masalah tersebut dan aparat yang bertugas melakukan pengusutan masalah tersebut.
“Kita sudah kerjasama dengan kepolisian. Selain itu tim pengawas juga akan terus-terusan melakukan pengawasan. Bagaimanapun UN ini merupakan tolok ukur dari pendidikan yang dilakukan oleh suatu negara untuk menghasilkan kualitas SDM yang baik. Ibu berharap kelulusan di Banten dapat meningkat dengan proses yang baik dan murni,” tegasnya.
Atut berjanji akan memberikan usulan kepada Dindik Provinsi Banten agar memberikan beasiswa strata satu bagi peserta yang lulus UN terbaik 2012 ini. “Sebagai motivasi agar para siswa serius dalam mengikuti UN,” ujarnya.
Sementara itu, pada hari kedua UN 2012 tingkat SMA/MA/SMK Dindik mencatat ada 219 peserta yang tidak melaksanakan ujian. Penyebabnya karena sakit, keperluan pribadi yang tidak bisa ditinggalkan, dan juga absen tanpa alasan yang jelas.(zal)




