Jamkesda Tidak Maksimal
SERANG, BP – Dana jaminan kesehatan daerah (Jamkesda) Kabupaten Serang pada tahun lalu, tidak dapat terserap dengan baik. Meskipun terjadi peningkatan dari tahun sebelumnya, lambannya penetapan Jamkesda 2011 menjadi kendala penyerapan dana tersebut.
Sebelumnya pada tahun 2010, penyaluran dana Jamkesda sebesar Rp1 miliar, sementara pada tahun 2011 penyaluran dana Jamkesda sebesar Rp5 miliar. Dana sebesar itu dibagi untuk lima wilayah Kabupaten/Kota.
Kepala RSUD Serang, Agus Gumara, mengeluhkan lambatnya Pemprov Banten dalam menetapkan besarnya Jamkesda 2011. Jamkesda 2011 baru ditetapkan oleh Pemprov Banten pada bulan November, sementara dana itu harus sudah terserap pada akhir tahun itu juga.
“Memang terjadi peningkatan dana Jamkesda di tahun 2011. Tapi ditetapkannya pada bulan November, itu sama saja kami tidak dapat memaksimalkan penggunaan dana Jamkesda,” ujar Agus pada saat reses anggota dewan DPRD Provinsi Banten, Selasa (17/4).
Agus berharap, kedepannya penetapan besaran dana Jamkesda dipercepat agar penyerapan dana tersebut lebih maksimal. “Saya berharap Pemprov Banten dapat menetapkan dana Jamkesda 2012 lebih awal,” ujarnya.
Selain permasalah dana Jamkesda, Agus juga mengeluhkan kurangnya perhatian dari Pemprov Banten terhadap RSUD Serang terutama dalam hal anggaran. Padahal selama ini, RSUD Serang selalu menjadi rujukan rumah sakit oleh Pemprov Banten jika ada masyarakat yang ingin berobat dengan menggunakan surat keterangan tidak mampu (SKTM).
“RSUD Serang saat ini jadi rujukan dari provinsi, ketika anggaran dari provinsi kurang kami jadi repot. Contohnya, saat ini kami tidak bisa melayani klaim pengobatan dengan SKTM,” jelasnya.
Sementara itu, Anggota Komisi V DPRD Provinsi Banten, Mahyar Musa, mengatakan pihaknya akan membawa aspirasi yang disampaikan oleh Kepala RSUD Serang dalam rapat komisi yang akan datang.
Menurutnya, permasalahan itu perlu mendapat penanganan serius karena permasalahan kesehatan di masyarakat menyangkut permasalahan hajat hidup orang banyak.
Di sisi lain, Mahyar memuji kemampuan RSUD Serang yang mampu memberikan kontribusi besar dalam menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Serang. Selama 2011, RSUD Serang berhasil memberikan kontribusi PAD kepada Kabupaten Serang sebesar Rp70 miliar.
“Saya mengapresiasi kinerja RSUD Serang karena mampu menjadi salah satu penyumbang PAD terbesar bagi Kabupaten Serang,” ujarnya.(DAN)




