Bupati Tampar Kepala Pasar
CIOMAS, BP – Geram dengan sikap bawahannya yakni Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Kadiskoperindag) Kabupaten Serang, Entoel Yunus, yang tak jua membongkar awning ilegal di Pasar Ciomas, Bupati Serang, A Taufik Nuriman, langung turun ke lapangan.
Didampingi beberapa aparat terkait, datang untuk melakukan sidak ke Pasar Ciomas yang terletak di Desa Panyaungan Jaya, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, Selasa (17/4) sekitar pukul 10.30.
Dalam sidak tersebut tampak sekali raut kemarahan bupati dua periode itu. Puncaknya, ia menampar Mantri/Kepala Pasar Ciomas, Komarudin yang tak lain anak buah dari Kadiskoperindag.
Kemarahan Taufik memuncak saat pertanyaan yang ia ajukan kepada Kadiskoperindag dan Mantri Pasar tidak mendapat jawaban yang memuaskan. Kepada Entoel, Bupati bertanya mengapa perintahnya untuk membongkar keberadaan awning ilegal di pasar tersebut tidak dilakukan.
Mendapat pertanyaan itu, Entoel tidak bisa menjawab. Kadis yang tergolong “berani” itu hanya mengangguk-anggukan kepala dan tertunduk di depan Bupati. Tidak puas dengan jawaban Entoel, Taufik kemudian bertanya mengenai keberadaan los kosong yang berada di lokasi pasar kepada Mantri Pasar, Komarudin.
Sama seperti Entoel, Komarudin pun tidak memberikan jawaban yang diharapkan. Kepada Taufik, ia hanya menjawab tidak tahu. Jawaban tersebut sontak membuat bupati marah. Ia kemudian menampar Komarudin.
“Ini kan banyak los yang kosong. Kok bisa tidak tahu? Selama ini kamu kerja atau tidak? Kalau tidak becus dalam menggarap pasar silahkan mundur dari jabatan yang sekarang,” ujar Bupati saat sidak di hadapan pedagang Pasar Ciomas dan warga, Selasa (17/4).
Kepala Desa Panyaungan Jaya, Suarsa yang berada di lokasi juga tak luput dari amukan Taufik. Jika Mantri Pasar, Komarudin menjawab tak tahu, Suarsa berdalih bahwa kekosongan los di pasar tersebut karena pedagang yang menempati los sudah pulang. Padahal jika melihat kondisi los yang berdebu, semua tahu bahwa los tersebut belum pernah dipakai sejak pertama kali diresmikan.
“Bohong kamu. Mana ada kondisi seperti ini kamu bilang yang dagang sudah pulang,” kata Taufik dengan nada tinggi. Kemarahan Taufik itu pun hanya ditanggapi dengan senyum oleh sang Kades.
Pada bagian akhir sidak, Taufik kembali memberikan kesempatan kepada pihak terkait untuk membereskan awning ilegal itu. “Saya beri kesempatan satu minggu untuk membereskan ini semua. Jangan salahkan saya kalau nanti saya bawa Satpol PP untuk membereskannya,” ancam Taufik.
Ditemui usai sidak, Kadiskoperindag, Entoel Yunus tidak bisa memberikan komentar. Yunus mengatakan akan mengikuti instruksi dari bupati. “Kita akan upayakan untuk ikut perintah Pak Bupati,” ujarnya.
Sementara itu, Kades Panyaungan Jaya, Suarsa mengatakan, para pemilik awning yang ada saat ini merupakan pedagang kaki lima yang keberadaannya tidak diakomodir oleh pemerintah pusat untuk disediakan los.
Suarsa mengungkapkan, pihaknya tidak akan dapat secara langsung membereskan keberadaan awning-awning tersebut sesuai dengan batas waktu yang diberikan oleh Bupati. “Sebab semua perlu proses dan sosialisasi. Saya tak bisa asal bongkar awning tersebut,” ujarnya.(dan)




