Belasan Pejabat Eselon IV Kota Tangerang Dimutasi
TANGERANG, BP – Sebanyak 19 pejabat eselon IV di lingkungan Pemkot Tangerang kembali dimutasi oleh Pimpinan daerah setempat. Pergantian ini merupakan bagian dari penyegaran organisasi pemerintahan dan pemberdayaan aparatur pasca pengangkatan sejumlah pegawai honorer menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS).
Mereka yang dimutasi antara lain, Diana Anggraini menjabat Kepala Seksi Pemetaan dan Survey pada Bidang Tata Ruang Dinas Tata Kota. Sebelumnya, Diana menjabat Kepala Sub Bagian Perencanaan pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).
Syaiful Huda menjabat Kepala Sub Bagian Perencanaan pada Bappeda. Iskandar Muda menjabat sebagai Kepala Seksi Pendataan dan Peningkatan Kapasitas pada Bidang Bina Program Dinas Kebersihan dan Pertamanan.
Selain di lingkungan kedinasan, sejumlah nama di lingkungan kecamatan sampai kelurahan juga mengalami pergantian, antara lain Eti Nurhayati sebagai Kepala Seksi Ekonomi Pembangunan pada Kecamatan Tangerang, Ishak menjabat Kepala Seksi Tata Pemerintahan pada Kecamatan Neglasari, Mohamad Aam Hamdani sebagai Lurah Sukasari di Kecamatan Tangerang, Sudarto sebagai Lurah Sudimara Pinang Kecamatan Pinang.
“Aparat pemerintahan yang dilantik hari ini (kemarin, red) harus senantiasa mengedapankan pelayanan untuk masyarakat. Perhatian terhadap kebutuhan masyarakat dan kebutuhan untuk melaksanakan kebijakan yang sudah ditetapkan pemerintah,” kata Arief R Wismansyah, Wakil Walikota Tangerang saat apel pagi sekaligus pelantikan pejabat esselon IV di Plaza Pusat Pemerintahan (Puspem) Kota Tangerang, Senin (16/4).
Arief juga meminta agar dinas terkait bisa terus mengayomi masyarakat. “Tugas aparat negara itu mengayomi dan melayani. Jadi, jangan ada kata lelah untuk melayani dan mengayomi masyarakat. Itu sudah jadi kewajiban aparatur negara,” imbau Arief.
Dalam kesempatan itu, Arief juga mengutarakan, dinas terkait di Kota Tangerang agar senantiasa menjaga kondusifitas selama berlangsungnya Ujian Nasional (UN). Misalnya dengan mengawasi serta memberikan himbauan agar para siswa tidak ada yang nongkrong terutama di warung internet (warnet).
“Pelaksanaan UN merupakan indikator untuk mengetahui seberapa jauh pelaksanaan belajar mengajar yang telah berjalan selama kurun waktu tiga tahun. Makanya, selama UN kali ini, pengawasan perlu dilakukan ketat agar hasilnya juga bisa lebih maksimal dari tahun lalu,” tandasnya.(pane/BNN)




