949 Dosen Awasi UN se-Banten

SERANG, BP – Sebanyak 949 dosen dari tujuh perguruan tinggi di Banten diterjunkan khusus untuk mengawasi pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2012 tingkat SLTA yang mulai digelar hari ini.

Mereka berasal dari Untirta, IAIN ‘SMH’ Banten, UIN Ciputat, STAISMAN Pandeglang, STKIP Setia Budi Rangkasbitung, Universitas Terbuka Tangerang dan Unis Kota Tangerang. Sementara, koordinator penanggungjawab pengawas UN tingkat Provinsi Banten dibebankan kepada kampus Untirta.

Rektor Untirta, Prof Sholeh Hidayat menjelaskan, masing-masing kampus diberi tanggungjawab di masing-masing kabupaten/kota. Misalnya, tim pengawas Kabupaten Serang di bawah tanggungjawab IAIN Banten, Kota Serang dari FKIP Untirta, Kabupaten Pandeglang oleh tim dari STAISMAN, Kota Cilegon oleh FT Untirta dan Kabupaten Lebak di bawah pengawasan STKIP Setia Budi Rangkasbitung.

Sementara Universitas Terbuka (UT) mendapat tugas di Kabupaten Tangerang dan UNIS di Kota Tangerang, serta UIN Ciputat di Kota Tangerang Selatan. “Tim pengawas dari kampus ini tidak per sekolah. Tetapi hanya di satuan pendidikan. Sementara, pengawasan lokal dilakukan oleh guru sebanyak 10.760 orang,” terang Sholeh kepada Banten Pos, Minggu (15/4).

Diterangkan Sholeh, selain itu, pihaknya juga telah menerjunkan tiga pengawas ke percetakan soal UN di Kudus, Jawa Tengah bersama perwakilan dari Dinas Pendidikan Provinsi Banten. Sementara, delapan tim lain bertugas mengawal pengiriman soal dari percetakan hingga titik penyimpanan di 8 kabupaten/kota se Banten.

“Pak Beni Irawan, Ketua Tim Pengawas UN SMA/MA/SMK mengawasi langsung percetakan di Kudus. Kemudian untuk mengawal soal hingga kabupaten/kota, ada 8 dosen yang bertugas,” ungkap dia.

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Nuh melakukan inspeksi mendadak (sidak) di SMA Negeri 6 Kota Tangerang Selatan, Minggu (15/4). Nuh ingin memastikan soal UN tak mengalami kebocoran.

Nuh menyebutkan, ada tiga kriteria penyelenggaraan UN, yakni ketepatan jumlah soal, tepat waktu dan kesesuaian soal dengan mata pelajaran yang diujikan. “Ketepatan jumlah soal semoga tidak ada kekurangan. Jika terjadi kekurangan sudah disiapkan mekanisme jalan keluarnya,” ujar dia.

Kedua, lanjutnya, ketepatan distribusi soal di tiap sekolah. “Hari ini soal-soalnya sudah datang di tiap rayon. Tapi ukurannya bukan soal sampai di rayon, tapi tepat waktu sampai di sekolah. Jam 5 besok pagi akan distribusi ke sekolah-sekolah sehingga jam 8 sudah bisa dimulai,” kata M Nuh .

Sementara kriteria ketiga berkaitan dengan ketepatan jenis mata pelajaran yang diuji. Artinya, soal yang didistribusikan dan diterima tiap sekolah sesuai dengan mata pelajaran yang akan diuji.

Meski menilai tiga kriteria tersebut sudah berjalan lancar, M Nuh merasa belum cukup puas. Maka, lanjutnya, ada tim independen dari perguruan tinggi dan guru sekolah yang turut memantau jalannya UN.

“Saya juga ingin memastikan tidak boleh ada alat komunikasi. Terakhir, yang penting saat mengumpulkan LJK, jangan sampai mampir ke mana-mana,” tuturnya.

Kata Mendikbud ada 2,58 juta siswa SMA sederajat yang akan melaksanakan Ujian Nasional secara serentak. Dirinya optimis pelaksanaan Ujian Nasional tahun ini bisa berjalan lancar dan aman.

“Isu bocoran kunci jawaban soal masih mewarnai pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2011/2012 jenjang SMA. Informasi kunci jawaban ini beredar di tengah-tengah siswa, baik melalui pesan singkat maupun lisan,” ujarnya.

Perihal informasi kunci jawaban itu diungkapkan sendiri oleh Kepala Sekolah SMAN 6 Pamulanag, Agus Purwanto. Kepada, Mohammad Nuh dia menyebutkan bahwa informasi kunci jawaban soal UN ini sudah beredar dan dia telah menerima informasi tersebut. “Tiap paket jawaban soal ditawarkan dengan harga Rp 70 ribu,” jelas Agus.

Artinya, untuk lima paket soal UN jenjang SMA/SMALB/MA dan SMK yang sudah disiapkan dalam lima paket berbeda bisa didapatkan dengan hanya Rp 350 ribu. Pihak SMAN 6 Tangsel sudah wanti-wanti kepada para peserta didiknya untuk tidak gampang terpengaruh isu kunci jawaban soal ini.

“Kami sampaikan masalah beredarnya kunci jawaban soal ini sudah menjadi hal yang jamak terjadi setiap menjelang pelaksanaan UN. Sangat tidak mungkin semua proses pengamanan dilakukan sedemikian ketat masih ada kebocoran  kunci jawaban,” ungkap M Nuh menjawab pernyataan tersebut.

Di tempat terpisah, Dinas Pendidikan Kota Cilegon menjamin lembar soal UN tidak akan mengalami kebocoran. Mereka yakin itu karena pendistribusian dokumen soal dijaga ketat pengawas independen dan kepolisian.

“Kami jamin 100 persen soal UN tidak akan bocor. Kami semalam suntuk tidak akan tidur. Bahkan hingga mendistribusikan soal ke setiap rayon selalu dijaga ketat,” kata Sekretaris Dindik Kota Cilegon, Nikmatullah kepada Banten Pos, Minggu (15/4) saat memantau persiapan UN di SMAN 1 Cilegon.

Sementara itu, di Kabupaten Serang sebanyak 63 SMA, 45 SMK dan 63 MA siap menggelar UN. Panitia UN juga sudah mendistribusikan soal ke masing-masing rayon pada Minggu (15/4).

“Jumlah peserta UN 2012 sebanyak 9.129 orang,” ujarnya. Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kota Serang, Tb Urip Henus menyebutkan, distribusi soal dibagi empat titik sub rayon, yakni Sub Rayon 1 di SMA 5 Kota Serang, Sub Rayon 2 di SMA PGRI, Sub Rayon 3 di MAN 1 Serang, dan Sub Rayon 4 di MAN 2 Serang.

“Ada 28 SMA dan 27 SMK/MA di Kota Serang. Soal-soal UN mulai didistribusikan pada pukul 08.00 WIB dari Disdik Kota Serang ke masing-masing sub rayon. Sebelum akhirnya soal-soal itu diambil oleh masing-masing sekolah,” ujar Tb Urip.

Di Kabupaten Lebak, panitia melarang peserta UN membawa telepon seluler dan 120 personel kepolisian diterjunkan. Dindik Kabupaten Lebak telah mengeluarkan surat edaran terkait larangan tersebut.

“Semua siswa dilarang bawa handpone dan alat komunikasi lainnya. Ada 9.339 siswa yang jadi peserta UN. 6.449 siswa diantaranya berasal dari SMA dan 2.890 orang siswa dari jenjang SMK/MA,”  ujar Ade Nurhikmat, Kadisdik Kabupaten Lebak.

Sebagaiman diketahui, peserta UN tingkat SMA/SMK/ MA se Banten diikuti 108.479 orang. Mereka dibagi, siswa SMA sebanyak 44.547 peserta, siswa MA sebanyak 13.791 peserta, dan siswa SMK sebanyak 50.141 peserta.
(ZAL/DAN/APP/RIS/MAN/BNN)

Komentar