Wartawan Kutuk Polisi Arogan
CILEGON, BP – Puluhan wartawan yang tergabung dalam Solidaritas Wartawan Cilegon menggelar aksi solidaritas di depan Mapolres Cilegon, Kamis (12/4).
Aksi tersebut mengutuk tindak “kekerasan” dan arogansi yang dilakukan salah satu oknum aparat kepolisian Polda Banten terhadap salah seorang wartawan.
Tindakan tidak terpuji seorang oknum polisi itu terjadi Selasa (10/4) lalu saat sejumlah wartawan meliput evakuasi 120 imigran gelap asal Timur Tengah.
Dalam aksinya, puluhan wartawan membentangkan sejumlah poster bernada kecaman serta foto aksi tidak terpuji oknum bernama Kompol Wahyu tersebut.
Para wartawan yang menggelar aksi mengenakan ikat kepala warna hitam sebagai simbol matinya kebebasan pers di Kota Cilegon.
Perwakilan wartawan, Deni Saprol saat orasi menyatakan, dalam kerjanya wartawan memiliki kode etik, namun tetap saja mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari oknum aparat kepolisian.
“Kita katanya mitra kepolisian, mengapa justru mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari oknum aparat kepolisian. Saya berharap, kejadian tersebut jangan sampai terulang, sehingga tidak menimbulkan insiden buruk dikemudian hari,” teriak Deni.
Aksi yang dilakukan wartawan tersebut hanya berjalan sekitar tiga puluh menit. Selanjutnya puluhan wartawan diterima Kapolres Cilegon AKBP Umar Surya Fana untuk melakukan dialog. Di salah satu ruangan Kapolres Cilegon pun bertemu dengan para jurnalis Cilegon.
Dalam kesempatan itu, para wartawan meminta agar Kapolres Cilegon berkomitmen menjaga anggotanya dari sikap arogansi seperti yang dilakukan Kompol Wahyu.
Umar langsung merespon harapan yang disampaikan itu. ia berjanji tidak akan ada sikap seperti itu di wilayah hukum Polres Cilegon. “Sejauh ini antara kita sudah terjadi komunikasi yang cukup baik,” tuturnya.
Ia berharap agar peristiwa serupa tidak terjadi, meski ia tetap tidak mau mengambil kesimpulan atas apa yang dilakukan oknum Polda Banten itu. “Tapi apapun itu, sikap tersebut memang kurang baik,” tandasnya.(VIN)




