Cabor Judo Minta Mundur
SERANG, BP – Kemeriahan Pekan Olahraga Kota (Porkot) II Serang, yang akan dilangsungkan pada 16-20 Mei mendatang, terancam berkurang. Soalnya, cabang olahraga (cabor) judo, memilih mundur dari multi event terbesar olahraga di Kota Serang itu.
Sebelumnya, Porkot II sempat tidak akan diikuti cabor panahan lantaran atlet yang ada, tidak menyebar di seluruh kecamatan. Namun, setelah didata ulang, panahan resmi dipertandingkan.
Sekretaris Umum Pengurus Cabang Persatuan Judo Seluruh Indonesia (Pengcab PJSI) Kota Serang Diki Sumarna mengatakan. Pihaknya tidak mau memaksakan diri untuk tampil di Porkot II Serang.
Kata dia, alasan PJSI Kota Serang mundur, disebabkan ketidakadaan atlet. Ia mengungkapkan, bila untuk jumlah atlet, sebenarnya ada sekira 20 orang. Namun, karena hampir seluruh atlet yang ada berstatus sebagai polisi di Satbrimob Polda Banten, sedang mengikuti pendidikan di luar daerah, pihaknya tidak bisa berbuat banyak.
“Bila kami paksanakan, hasilnya tidak akan maksimal. Hanya sekira lima orang yang siap tampil,” keluh Diki kepada Banten Pos, usai rapat koordinasi dengan KONI Banten, Kamis (29/3).
Oleh karena itu, Diki meminta kepada panitia Porkot II Serang dan KONI Kota Serang agar membatalkan keikutsertaan judo di ajang tersebut dan dananya dialihkan untuk pembinaan berkelanjutan.
Diki memaparkan, sebenarnya ia bisa saja tetap memaksakan diri ikut serta dengan mengambil atlet dari luar Kota Serang. Namun, itu tidak sesuai dengan hatinya. Sama saja mematikan pembinaan di daerah.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Porkot II Serang Ajat Sudrajat mengaku belum bisa memutuskan permasalahan judo. Ia akan merapatkanya dengan panitia yang lain dalam waktu dekat.
Ketua Umum KONI Kota Serang Roni Alfanto menyampaikan, tidak akan memaksa judo bila memang tidak ada atletnya. Buat dia, malahan sikap yang diambil pengurus PJSI Kota Serang, patut dapat perhatian khusus. Mereka tidak menghalalkan segala cara agar pertandingan dilangsungkan.(ARF)




