Rp300 Juta untuk Bangun Jembatan Ambruk
SERANG,BP – Kepala Dinas PU Kabupaten Serang, Irawan Noor mengakui bahwa jembatan yang ambruk di Padarindang sangat penting dan akan segera diperbaiki. Menurut Irawan, perbaikan akan dilakukan dalam waktu dekat menggunakan anggaran tak terduga (TT) sekitar Rp200 hingga 300 juta.
“Mudah-mudahan perencanaannya bisa rampung dalam dua tiga hari ini. Setelah itu pembangunan akan langsung dilaksanakan,” katanya seraya mengatakan akan langsung membangun jembatan permanen di lokasi itu. “Kontruksinya akan menggunakan kontruksi baja sejenis high beam,” sambungnya.
Kepala Bidang Bina Marga, Hatib Nawawi usai meninjau ke lokasi kejadian menegaskan, pembangunan akan dilakukan secepatnya. Ia juga menyayangkan atas terjadinya kejadian tersebut. Hatib meminta kepada masyarakat yang akan membangun jembatan secara swadaya untuk mengkonsultasikan ke Dinas PU agar kejadian serupa tidak terulang lagi.
“Masyarakat tinggal datang saja untuk konsultasi kontruksi jembatan biar perencanaannya bagus. Kita terbuka untuk menerima konsultasi secara gratis,” tuturnya.
Dari hasil pengamatan yang dilakukan, kondisi jembatan memang sudah rapuh. Sebab sejak dibangun 15 tahun lalu, belum pernah diperbaiki. Sementara, secara kontruksi juga dia belum bisa memperkirakan kekuatan jembatan itu karena dibangun masyarakat.
Terpisah, Kepala Desa Padarincang, Tubagus Sarnaja meminta Pemkab Serang segera membangun jembatan itu kembali. Sebab jembatan itu sangat dibutuhkan oleh masyarakat Desa Padarincang dan Desa Kadubeureum.
“Dari Dinas PU dan anggota dewan tadi sudah datang juga. Mereka berjanji untuk melakukan perbaikan secepatnya. Proposal pembangunannya juga sudah saya kasih biar segera dibangun. Janjinya sih, tiga minggu ini sudah bisa dibangun kembali. Kita tinggal menunggu realisasinya saja,” ujar Sarnaja.
Untuk sementara, kata Sarnaja, lalu lintas warga pihaknya bersama warga akan membangun jembatan dari bambu. Sebab tidak mungkin jika warga kedua desa harus menyebrangi Sungai Cikalumpang yang lumayan lebar.
“Terutama anak sekolah. Tiap hari mereka harus pulang pergi melintasinya. Tidak mungkin jika harus turun ke sungai,” tuturnya seraya berharap kontruksi yang dibangun oleh pemda bisa lebih bagus agar tidak ada lagi kejadian serupa dimasa yang akan datang.
Sementara, menurut informasi dari beberapa warga, korban tewas akibat jembatan yang ambruk bernama Jumri (28), hingga kemarin belum mendapatkan santunan dari pemerintah daerah. “Korban sudah dimakamkan pada Senin lalu. Setahu saya tidak ada santunan apa-apa untuk keluarga korban,” kata Tedi, tetangga korban.
Diberitakan sebelumnya, Senin (27/2) sekitar pukul 14.30, jembatan yang menghubungkan Kampung Curug Dahu, Desa Kadubeureum dengan Kampung Sentul, Desa Padarincang runtuh. Satu orang warga tewas dalam peristiwa tersebut.(ZAL)




