Pemprov Janji Perbaiki Jalan Rusak
TANGERANG, BP – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten berjanji tahun ini akan memperbaiki jalan raya provinsi yang rusak parah di wilayah Kabupaten Tangerang. Sebagian perbaikan jalan masuk program Multiyears.
Plt Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Ruang (DBMTR) Provinsi Banten, Sutadi mengatakan, jalan provinsi yang akan diperbaiki di wilayah Kabupaten Tangerang antara lain, Jalan Raya Cisauk, Cisoka, Tigaraksa dan Jayanti.
Jalan Raya Cisauk menghubungkan wilayah Cisauk Kabupaten Tangerang dengan Rumpin Kabupaten Bogor. Dia mengakui ruas jalan tersebut merupakan jalan Provinsi Banten yang memang terdapat kerusakan.
“Kondisi jalan tersebut memang sudah rusak dan akan kami perbaiki. Perbaikan diprediksi mulai dilakukan pada April mendatang usai proses tender,” ujar Sutadi, Rabu (22/2).
Rencana perbaikan jalan tersebut saat ini sedang dalam pembahasan Pemprov dan DPRD Provinsi Banten. Pihaknya memastikan jalan tersebut masuk dalam prioritas perbaikan di tahun ini. “Diharapkan tahun ini bisa segera terealisasi. Sementara anggarannya saya belum tahu persis,” aku Sutadi.
Ia meminta kepada masyarakat Desa Suradita, Kecamatan Cisauk, agar bersabar dan tetap membayar pajak. Himbauan itu disampaikan pasca adanya aksi masyarakat Desa Suradita yang menolak membayar PBB lantaran kecewa dengan kondisi jalan yang buruk.
Disinggung mengenai kondisi Jalan Raya Serang yang melintasi wilayah Tigaraksa hingga Jayanti yang rusak, Sutadi juga menjelaskan bahwa jalan tersebut masuk dalam program perbaikan jalan melalui program Multiyears. Anggarannya, diperkirakan mencapai Rp9 miliar.
“Perbaikan Jalan Serang di wilayah Kabupaten Tangerang, masuk dalam program multiyears. Jadi perbaikannya dari Citeras hingga Tigaraksa,”bebernya.
Realisasi perbaikan Jalan Raya Serang diperkirakan akan dimulai pada April tahun ini. Saat ini, kata dia, tengah memasuki tahap persiapan lelang.
“Nanti dilihat dulu apakah program tersebut masuk dalam daftar proyek lelang lewat internet (LPSE), atau secara manual. Kalau memang anggaran kurang, ada penambahan pada APBD Perubahan,” terangnya.(fajar aditya/BNN)




