Pemangku Kebijakan di Pandeglang Kurang Kreatif

PANDEGLANG, BP -  Selama ini pejabat atau birokrat di Kabupaten Pandeglang terkesan kurang kreatif dan inovatif dalam mendongkrak pendapatan asli daerah. Sejauh ini pemangku kebijakan hanya mengandalkan bantuan keuangan dari pemerintah pusat atau pemerintah provinsi, tanpa mau susah payah menggali potensi yang dimiliki daerahnya.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Pandeglang, Aap Aptadi kepada Banten Pos, Jumat (27/1).  Kata Aap, potensi yang dimiliki Kabupaten Pandeglang sangat banyak. Garis pantai yang sangat panjang dan lautan yang luas, lahan pertanian yang subur dan tanah darat yang luas, nyaris tidak pernah dilirik pemerintah daerah.

“Kalau pemerintah daerah mau, manfaatkan lahan tidur dengan ditanami albasiah misalnya. Berapa ribu hektar tanah darat yang belum tergarap. Dalam beberapa tahun saja, sudah bisa dipastikan berapa pemasukan untuk kas daerah dari albasiah saja. Belum lagi potensi pertanian dan kelautan,” terang Aap.

Soal teknis penanaman, pengurusan dan pemanfaatan lahan sambung Aap, pemerintah daerah pasti punya ahlinya. Ada instansi yang mengurusi soal pertanian, perkebunan dan kelautan yang pasti siap bekerja.

“Sekarang tinggal kemauan pejabat atau pimpinan pemerintah di Pandeglang ini. Jangan hanya mengandalkan bantuan pemerintah yang di atas, kapan majunya Kabupaten Pandeglang ini,” ungkap Aap.

Dari sektor kelautan kata dia, budidaya rumput laut bisa dikembangkan di Kabupaten Pandeglang bagian selatan. Begitu juga kerang hijau atau budidaya ikan kerapu. Namun sayang, pemerintah daerah seakan tidak punya konsep yang jelas dalam mengolah kekayaan alam Pandeglang,” ujarnya lagi.

Begitu juga untuk budidaya ikan darat seperti lele, ikan mas, gurame dan nila. Selama ini kata dia, warga Pandeglang masih mengkonsumsi ikan darat yang didatangkan dari luar daerah seperti Cianjur, Purwakarta, Sukabumi dan Bogor. Sementara ikan lokal terisishkan seiring tidak adanya kebijakan yang prorakyat dari pemerintah daerah.

“Tahun 80-an ikan mas Kadugedong, Kecamatan Banjar sangat terkenal. Petani di daerah itu mampu memasok ikan mas ke luar Pandeglang. Namun sekarang terbalik. Mereka justru mendatangkan bibit ikan dari luar daerah,” terangnya.(MAM)

Komentar

  • Tbn Basskoro

    goblog itu kepala sekolah. gak punya moral